Pasien Positif Covid-19 RI Bertambah 453, Kasus Aktif Terus Menanjak

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 453 orang hari ini. Angka positif terbanyak berasal dari Jawa Barat
Ameidyo Daud Nasution
26 November 2021, 17:08
covid-19, corona, pandemi
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Pengendara motor melintasi mural bertemakan sosialisasi untuk vaksinasi COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/11/2021).

Penularan Covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum juga berakhir. Bahkan kasus baru corona pada Jumat (26/11) bertambah 453, naik dari 372 pada Kamis (25/11).

Tak hanya itu, kasus aktif corona hari ini juga bertambah 53 menjadi 8.093 orang. Tren kenaikan kasus aktif ini telah terjadi sejak Rabu (23/11).

 

Kasus positif hari ini berasal dari pemeriksaan terhadap 187.293 orang. Ini berarti rasio positif corona yang didapatkan pemerintah mencapai 0,24%.

Provinsi Jawa Barat menyumbangkan kasus terbanyak hari ini yakni 96 orang.  Berikutnya adalah DKI Jakarta yang melaporkan 70 pasien baru corona.

Sedangkan angka kematian corona juga bertambah 14 orang hari ini. Pasien meninggal terbanyak berasal dari Sulawesi Utara dengan lima kasus.

Selain Sulut, kasus kematian yang dilaporkan hari ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Bangka Belitung, Lampung dan Sulawesi Selatan. 

Selain itu kasus sembuh hari ini juga bertambah 386 orang. Jumlah pasien Covid-19 yang pulih terbanyak berasal dari Banten yakni 105 orang,

Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan bawahannya mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 pada periode Natal dan tahun baru. Untuk itu, pemerintah tengah mengawasi 19 kota dan kabupaten secara ketat.

Hal ini lantaran adanya peningkatan kasus Covid-19 selama lebih dari dua minggu. Namun, kenaikan kasus virus corona di 19 wilayah tersebut masih tergolong rendah.

"Ada 19 kota kita monitor secara ketat karena ada kenaikan kasus," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/11).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait