Dirjen Migas Ungkap Alasan Cadangan BBM 20 Hari

Arief Kamaludin|KATADATA
16/1/2019, 17.08 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penyebab cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium hanya sampai 20 hari. Ini menanggapi pernyataan dari calon Presiden dengan nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaan, Senin (14/1/2019) lalu mengenai ketahanan cadangan BBM.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan stok BBM cukup untuk 20 hari  karena keterbatasan anggaran untuk membangun tangki penyimpanan baru."Masalahnya kami kalau perlu infrastruktur, butuh anggaran kan,"ujar dia di Jakarta, Rabu (16/1).

Meski hanya 20 hari,  stok BBM premium tersebut tetap aman. Contohnya, saat Natal dan Tahun baru lalu stok BBM tetap terjaga.

Di sisi lain,Pemerintah juga tengah berupaya beralih energi ramah lingkungan untuk bahan bakar kendaraan, seperti memakai B20, gas dan mobil listrik. Jadi, jika cadangan BBM dibangun lebih lama, dikhawatirkan akan mubazir. "Kalau bangun besar-besar terus semua pakai listrik jadi mubazir,"ujar dia.

Berdasarkan penelusuran Katadata, dalam rilis Kementerian ESDM (2/1/2019) cadangan beberapa jenis BBM di Pertamina per 1 Januari 2019 memang hanya mampu bertahan sekitar 20 hari. Seperti stok BBM jenis Premium hanya cukup untuk 20 hari, Pertalite 22 hari, Solar 23 hari. Sedangkan bahan bakar pesawat (Avtur) cukup untuk 31 hari.

(Baca: Cadangan BBM Akan Naik Jadi 30 Hari Pada Akhir Tahun)

Kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, tapi masih mampu untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Mahalnya biaya pembuatan kilang dan tangki penyimpanan BBM membuat para pelaku usaha minyak enggan membuat infrastruktur pengolahan dan penyimpanan di dalam negeri. Mereka menilai lebih ekonomis langsung mengimpor dari luar negeri dibanding dengan investasi baru untuk pembuatan tangki penyimpanan.