Penjualan Migas Energi Mega Persada Turun 19%

Dok. Chevron
31/10/2018, 20.31 WIB

PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) mencatatkan penurunan penjualan minyak dan gas (migas) sebesar 19% pada semester I tahun 2018. Penyebabnya adalah penurunan produksi serta rendahnya penyerapan oleh konsumen.

Selama enam bulan pertama tahun 2018, penjualan migas perusahaan Grup Bakrie itu hanya US$ 135,5 juta. Padahal, periode yang sama tahun lalu bisa mencapai US$ 167,6 juta.

Selama paruh pertama tahun 2018, perusahaan memproduksi 1,6 ribu per hari dan 143 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd). Adapun, periode yang sama tahun lalu, sekitar 1,8 ribu barrel per hari minyak dan 130 juta kaki kubik per hari gas

Untuk memperbaiki kinerja keuangan itu, EMP berupaya meningkatkan produksi dari aset yang dimiliki di Riau, Sumatera Selatan dan Jawa Timur. "Kami berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan perusahaan mulai awal tahun depan," kata Chief Financial Officer EMP Edoardus A. Windoe berdasarkan keterangan pers, Rabu (31/10).

Vice President of Investor Relation EMP Herwin Wahyu Hidayat mengatakan untuk meningkatkan produksi, perusahaannya berencana mengebor delapan sumur. "Semua sedang berjalan proses pemborannya sampai akhir 2018 atau awal 2019," kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (31/10).

(Baca: Perusahaan Bakrie Mengebor Delapan Sumur agar Produksi Migas Meningkat)

Selain meningkatkan produksi, perusahaan afiliasi Grup Bakrie ini berharap penyerapan gas dapat meningkat di semester II tahun 2018. Ini karena ada perjanjian jual beli gas.

Adapun EBITDA EMP sampai semester I mencapai US$ 67 juta. Angka itu lebih rendah 26% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu US$ 91 juta.

Sedangkan EMP memiliki cadangan terbukti, terukur, dan terkira sebesar 8,5 juta barel minyak. Sedangkan untuk gasnya 1,2 triliun kaki kubik.  

Reporter: Fariha Sulmaihati