Golden Spike akhirnya memutuskan tidak melanjutkan pengelolaan di Blok Raja dan Pendopo setelah kontrak berakhir. Adapun blok ini akan berakhir tahun 2019.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan untuk Blok Raja dan Pendopo, kontraktor yang mengajukan proposal perpanjangan kontrak adalah PT Pertamina Hulu Energi (PHE). “Golden Spike tidak," kata dia di Jakarta, Rabu (9/5).
Seperti diketahui, Blok Raja dan Pendopo kini dioperatori Badan Operasi Bersama (Joint Operating Body/JOB) Pertamina-Golden Spike Energy Indonesia Ltd. Blok yang berakhir kontraknya 5 Juli 2019 ini bisa memproduksi minyak 570,76 bph dan gas 0,17 MMSCFD.
Meski begitu, Djoko belum mau mengumumkan keputusan pengelolaan Blok Raja dan Pendopo setelah kontraknya berakhir. "Nanti bakal dibahas di rapat itu semua, setengah sembilan malam ini dibahas sama menteri ESDM," kata dia.
Adapun yang akan dibahas itu mengenai pembagian bagi hasil (split) antara pemerintah dan kontraktor di blok tersebut. Kemudian penentuan besaran bonus tanda tangan, komitmen pasti.
Selain Raja dan Pendopo, ada tiga blok lainnya yang kontraknya habis tahun depan. Mereka adalah Bula, Seram-NonBula, dan Jambi Merang.
Kontrak Blok Bula akan berakhir 31 Oktober 2019. Saat ini blok tersebut dioperatori Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. Produksi minyak di blok itu sekitar 269,95 barel per hari (bph). Djoko mengaku Kalrez telah mengajukan proposal perpanjangan di blok tersebut.
Kemudian Blok Seram-Non Bula juga akan berakhir 31 Oktober 2019. Blok yang dioperatori Citic Seram Energy Ltd ini bisa memproduksi minyak sekitar 1.972 bph. Jenyduab Gas 1,48 MMSCFD. Di blok ini pun Djoko mengaku operator blok tersebut sudah mengajukan proposal perpanjangan kepada pemerintah.
Sementara itu Blok Jambi Merang akan berakhir 9 Februari 2019. Operator blok ini adalah JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang. Produksi minyak dari blok ini mencapai 3.705,87 bph dan gas 72,60 MMSCFD. Di blok ini PHE juga telah mengajukan proposal perpanjangan.
(Baca: Nasib Empat Blok Migas Habis Kontrak 2019 Diputuskan Pekan Ini)
Targetnya, keputusan nasib empat blok migas itu akan diputuskan pada Jumat, 11 Mei 2018. "Begitu masalah teknis selesai dan disetujui Wakil Menteri bersama Menteri, Jumat konferensi pers," kata Djoko.