Pemerintah terus membuka peluang investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas). Kali ini ada perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) yang ingin berinvestasi di Indonesia. Bahkan delegasi UEA ini sudah bertemu dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Menurut Arcandra, dalam pertemuan itu, salah satu yang ditawarkan perusahaan asal UEA adalah jasa penunjang migas ke Indonesia. “Mereka presentasi bawa teknologi. Ini pertama buat mereka dan kami fasilitasi yang berminat dengan teknologi itu,” kata dia di Jakarta, Senin (6/2).

Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan lampu diode pancaran cahaya (Light Emitting Diode/LED). Namun, untuk tindak lanjut dari minat investasi itu masih perlu dibicarakan dengan Kementerian Perindustrian.

Selain itu, perusahaan asal UEA berminat investasi sektor pariwisata. Bahkan Duta Besar UEA yang ikut hadir dalam pertemuan itu menyatakan kesiapannya untuk membantu investasi dari negaranya masuk ke Indonesia.

Arcandra mengatakan semua peluang investasi dari UEA akan ditampung. Apalagi saat ini dirinya ditugasi Presiden Joko Widodo sebagai menteri yang bertanggung jawab urusan TImur Tengah. “Saya kan minister in charge Timur Tengah, makanya terkadang mengurusin ternak,” ujar dia.

Tahun lalu, pemerintah UEA melalui Menteri Energinya Suhail Mohammed Faraj al Mazroui juga pernah menawarkan investasi sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 67 triliun. Namun, mereka masih khawatir mengenai stabilitas dan keamanan investasinya di Indonesia.

(Baca: Pemerintah Incar Investasi Rp 67 Triliun dari Uni Emirat Arab)

Hingga kini, UEA menginvestasikan sekitar US$ 55 juta di 80 proyek di Indonesia. Nilai itu meningkat dari investasi tahun 2015 yang hanya US$ 19,25 juta.