PGN Tidak Prioritaskan Ambil Alih Blok Sanga-Sanga

KATADATA
PGN menyatakan tidak terlalu memprioritaskan pengambilalihan saham Blok Sanga-Sanga di Kalimantan Timur, yang kontraknya akan berakhir pada 2018 itu.
3/9/2015, 12.22 WIB

KATADATA ? PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyatakan tidak terlalu memprioritaskan pengambilalihan saham ladang gas Blok Sanga-Sanga di Kalimantan Timur (Kaltim).

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, perseroan akan memilih fokus ke sektor hilir dengan membangun jaringan distribusi gas ke rumah tangga dan transportasi umum.

?Program prioritas kami bukan hulu. Tapi ke masyarakat dan transportasi. Bagaimana kami meluaskan dukungan untuk transportasi umum,? kata dia seusai acara penandatanganan MoU sinergi BUMN antara PGN, Pelni, dan ASDP di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/9).

Kendati begitu, dia mengatakan, PGN terbuka untuk menerima kesempatan untuk mengelola blok gas yang kontraknya akan berakhir pada 2018 itu. Akan tetapi, jika Pertamina telah menyampaikan minatnya untuk mengambilalih pengelolaan dari tangan Virginia Indonesia Company (Vico), Hendi menyampaikan, PGN akan menyesuaikan program prioritas yang dikerjakannya.

?Sampai sekarang (PGN) belum menyampaikan minat (ambil alih Blok Sanga-Sanga),? kata dia.

Meski demikian, Hendi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi blok minyak dan gas bumi (migas) pada masa mendatang. ?Kalau masih make sense untuk menambah cadangan dan produksi, akan kami lakukan,? tutur dia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja sebelumnya mengatakan, Pertamina sudah menyampaikan minatnya untuk mengambilalih Blok Sanga-Sanga. Namun, rencana tersebut belum disampaikan secara formal dengan menyerahkan proposal akuisisi. Wiratmaja mengaku pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Vico, apakah akan memperpanjang atau menghentikan kontraknya.

Dia juga menyampaikan, setiap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas untuk memperpanjang masa kontraknya yang akan berakhir. Namun, kontraktor tersebut mesti menukarkan aset yang dimilikinya ke Pertamina. Kebijakan tersebut juga berlaku untuk  Vico Indonesia sebagai operator Blok Sanga-Sanga.

Blok Sanga-Sanga memiliki cadangan minyak 13.232 MSTB (thousand stock tank barrel) dan cadangan gasnya 448,96 miliar kaki kubik (BSCF). Sementara produksinya masih sebesar 16.733 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Kontrak Blok Sanga-Sanga akan berakhir 2018, yang saat ini masih dipegang oleh Vico sebagai operator. Adapun pemegang saham blok ini terdiri dari BP East Kalimantan sebesar 26,25 persen, Lasmo Sanga Sanga (26,25 persen), Virginia Indonesia Co LLC(7,5 persen), OPICOIL Houston Inc (20 persen), Universe Gas & Oil Company (4,37 persen), Virginia International Co LLC (15,63 persen).

Reporter: Arnold Sirait