Hashim Djojohadikusumo Pelajari Investasi di Blok Mahakam
KATADATA ? Langkah pemerintah yang akan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam pengelolaan Blok Mahakam menarik minat sejumlah pengusaha. Salah satunya adalah Hashim Djohadikusumo yang dikabarkan tertarik untuk berinvestasi pada blok kaya gas bumi tersebut.
Hashim yang dihubungi Katadata menyebutkan, dirinya masih mempelajari prospek investasi di blok migas yang saat ini masih dikelola oleh Total E&P Indonesie itu. Adik Prabowo Subianto tersebut belum bisa menjelaskan apakah akan bekerja sama dengan pihak lain atau berinvestasi sendiri.
?Harus dipelajari dahulu,? kata Hashim kepada Katadata, Senin (26/1).
Blok yang berada di Kalimantan Timur tersebut saat ini dikelola oleh perusahaan migas asal Prancis, yakni PT Total E&P Indonesie. Cadangan gas terbukti di Blok Mahakam Kalimantan Timur ketika kontrak berakhir 2017 diperkirakan sebesar 2 triliun kaki kubik (tcf).
Setelah kontrak tersebut berakhir, pemerintah akan memberikan blok tersebut ke Pertamina dan meminta perusahaan pelat merah itu melibatkan pemda. Sampai saat ini, Pertamina belum mengajukan proposal kerja dan investasi di blok migas tersebut.
Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya mengatakan, porsi saham yang akan diberikan kepada pemda masih dalam pembicaraan. Namun sekurangnya, pemda akan mendapatkan saham partisipasi atau participating interest sebesar 10 persen. Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 tahun 2004 mengenai Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi.
Dalam PP disebutkan saat sebuah blok baru akan beroperasi, pemerintah daerah melalui BUMD mendapatkan hak pertama untuk ditawari participating interest 10 persen. Apabila BUMD tidak sanggup membeli, maka participating interest akan ditawarkan kepada perusahaan nasional lain.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kertanegara (Kukar) sebelumnya sudah sepakat untuk membagi porsi saham hak partisipasi sebesar 10 persen Blok Mahakam. Pemkab Kukar akan memperoleh porsi 60 persen, sedangkan Pemprov Kaltim sebesar 40 persen.
Adapun Pemprov Kaltim pun sudah mendirikan BUMD PT Migas Mandiri Pratama (MMP). PT MMP ini kemudian menggandeng PT Yudistira Bumi Energi dengan membuat perusahaan patungan bernama PT Cakra Pratama Energi pada 1 Desember 2010.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim Suterisno Thoha seperti dikutip Tribun Kaltim menyebutkan jika Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut berminat untuk menenamkan modalnya di Blok Mahakam. "Memang saya dengar informasinya Pak Hashim berminat," kata dia.