Pertamina Incar Blok East Natuna, Ajukan Joint Study pada Mei 2023

Katadata
Rig migas lepas pantai.
3/2/2023, 20.18 WIB

Pertamina dikabarkan mengincar wilayah kerja migas (WK migas) Arwana-Barakuda di Blok East Natuna, Kepulauan Riau. Langkah ini kian dekat seiring rencana perseroan yang akan mengajukan joint study pada Mei 2023.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, mengatakan WK Arwana-Barakuda menyimpan segundang potensi sumber minyak bumi. Kendati demikian, Tutuka tak menjelaskan lebih detil soal angka pasti potensi minyak di WK tersebut.

"Angkanya rahasia. Yang jelas potensinya besar dan mudah-mudahan kami targetkan Pertamina ajukan joint study di Mei," kata Tutuka saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (3/2).

Joint study merupakan salah satu dari dua mekanisme penawaran wilayah kerja migas. Berbeda dengan penawaran melalui tender reguler yang data cadangan disediakan pemerintah, pada penawaran langsung atau joint study, investor mencari sendiri data cadangan.

Hal ini mengharuskan beban resiko dan biaya ditanggung oleh investor. Namun demikian, mereka mendapat kebebasan memilih wilayah yang diminati. Pelaksanaan joint study umumnya memakan waktu sekitar 6-8 bulan dan dapat diperpanjang hingga 1 tahun.

Tutuka menjelaskan, Blok East Natuna dibagi menjadi tiga wilayah kerja atau WK, di antaranya WK Arwana-Barakuda, WK Paus dan WK D-Alpha sebagai lapangan migas yang paling besar.

Secara keseluruhan, Blok East Natuna ditaksir memiliki potensi gas hingga 222 triliun kaki kubik (TCF) dengan kandungan karbondioksida atau CO2 yang mencapai 71%. Kandungan CO2 yang tinggi, wabil khusus pada WK D-Alpha, berimbas pada pengelolaan yang lebih rumit dan mahal dibadingkan blok migas lainnya.

D-Alpha merupakan WK yang di tinggalkan oleh PT Pertamina karena memiliki kandungan CO2 tinggi. "Pertamina sudah mencabut diri dari D-Alpha. Tapi kan itu dibagi tiga, Pertamina akan tetap di Arwana-Barakuda," ujar Tutuka.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu