Pertamina Berencana Menajak 570 Sumur di Blok Rokan Tahun Ini

Pertamina
Bertepatan dengan 2 tahun pascaalih kelola Blok Rokan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kini berada di puncak produksi minyak dan gas (migas) Indonesia (9/8/2023).
Penulis: Mela Syaharani
21/5/2024, 14.35 WIB

PT Pertamina (Persero) berencana mengebor 570 sumur di Blok Rokan tahun ini untuk meningkatkan produksi migas. Wilayah Kerja (WK) Rokan merupakan blok minyak dengan produksi tertinggi selama 2023.

“Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan menajak 570-an sumur untuk menambah cadangan minyak nasional di WK Rokan,” tulis Pertamina dalam siaran persnya, dikutip Selasa (21/5).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan produksi Blok Rokan pada 2023 mencapai 161.623 barel minyak per hari. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan produksi sebelum alih kelola.

PHR berhasil melakukan tajak lebih dari 1.000 sumur, eksekusi 15.000 kegiatan Work Over (WO) dan Well Intervention Well Services (WIWS) yang menyerap 60% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Melalui pengeboran yang masif, volume cadangan migas Blok Rokan pun meningkat puluhan juta barel setelah satu tahun alih kelola.

Rokan merupakan blok migas paling produktif sepanjang sejarah perminyakan Indonesia yang memiliki lebih dari 11 ribu sumur aktif, 13 ribu km jaringan pipa, sekitar dua kali jarak Sabang-Merauke.

Lebih dari 11 miliar barel minyak mentah telah diproduksi dari WK Rokan dari sejumlah lapangan-lapangan besar, di antaranya Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Pager.

“Blok Rokan mencatatkan lifting migas sekitar 59 juta barel selama 2023. Pencapaian ini merupakan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya sebesar 57,3 juta barrel,” ucap Fadjar.

Selain Rokan, Pertamina juga turut memaparkan satu blok alih kelola lain yakni Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Fadjar menyebut, Blok Mahakam dan Rokan merupakan lapangan-lapangan migas mature yang berhasil dikelola Pertamina sehingga laju penurunan produksinya dapat ditahan dan ditingkatkan.

“Setelah setahun dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), pada 2019 produksi Blok Mahakam sebesar 32,1 ribu barel minyak per hari dan gas sebesar 640 juta standar kaki kubik yang menempatkan blok migas ini sebagai salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Fadjar menambahkan, Pertamina terus melakukan pengeboran secara agresif. Alhasil, pada 2022, Pertamina berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi baru di Blok Mahakam puluhan miliar kaki kubik gas dan jutaan barel minyak.

Pada 2023, Pertamina kembali berhasil mendapatkan penemuan baru (discovery) gas dan kondensat di sumur eksplorasi Adiwarna-1x di Blok Mahakam. Pengeboran yang mencapai kedalaman akhir sumur 4.290 meter ini berhasil menemukan lapisan hidrokarbon gas dan kondensat.

Reporter: Mela Syaharani