Stok BBM Kosong, Shell Masih Bahas Pengadaan Base Fuel dengan Pertamina

ANTARA FOTO/Ika Maryani/bay/foc.
Warga melintas di SPBU Shell di Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (28/9/2025). PT Shell Indonesia bakal melepas seluruh bisnis stasiun bahan bakar umum (SPBU) kepada perusahaan patungan baru (joint venture) Citadel Pacific Limited dan Sefas Group yang ditargetkan rampung pada 2026.
30/9/2025, 13.36 WIB

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Shell Indonesia hingga kini masih kosong. PT Shell Indonesia menyampaikan perusahaan masih membahas rencana pengadaan base fuel bersama Pertamina.

Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari rapat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama lima badan usaha swasta dan Pertamina terkait kelangkaan pasokan BBM. Dari rapat tersebut disepakati bahwa impor base fuel akan dilakukan melalui Pertamina.

“Pembahasan business-to-business (B2B) terkait pasokan impor base fuel sedang berlangsung,” kata President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, kepada Katadata.co.id, Selasa (30/9).

Tetap Berkoordinasi dengan Pemerintah

Base fuel adalah produk BBM dengan kadar oktan murni yang belum dicampur zat tambahan (aditif) maupun pewarna. Nantinya, SPBU swasta akan mengolah base fuel tersebut sesuai spesifikasi dan racikan masing-masing.

Ingrid menjelaskan, saat ini Shell Indonesia tetap berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan agar produk BBM jenis bensin mereka segera tersedia kembali di jaringan SPBU Shell.

“Sesuai dengan standar keselamatan operasional dan standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell secara global,” ujarnya.

Sementara itu, jaringan SPBU Shell masih melayani pelanggan dengan produk Shell V-Power Diesel, serta layanan lain seperti Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.

Pembaruan ketersediaan BBM bensin akan diumumkan melalui saluran resmi Shell Indonesia, termasuk situs web, layanan pelanggan, aplikasi Shell Asia, dan media sosial.

Lima SPBU Swasta Alami Kelangkaan

Berdasarkan rapat Kementerian ESDM, terdapat lima badan usaha SPBU swasta yang mengalami kelangkaan pasokan BBM, yaitu BP-AKR, AKR, Shell Indonesia, Vivo Energy, dan ExxonMobil.

Dari lima badan usaha tersebut, baru Vivo yang menyatakan komitmen menyerap pasokan BBM melalui Pertamina. Vivo telah sepakat membeli 40 ribu barel dari total kuota 100 ribu barel yang ditawarkan.

“Sampai saat ini tidak ada tambahan kesepakatan dengan badan usaha swasta. Baru Vivo yang sudah menyatakan komitmen akan menyerap dan membeli BBM melalui pengadaan Pertamina,” kata Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, Senin (29/9).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pasokan BBM di SPBU Vivo mulai tersedia pada pekan kedua Oktober. Kelangkaan BBM di SPBU milik badan usaha swasta diketahui telah terjadi sejak akhir Agustus lalu.

“Informasi dari Vivo, BBM (pengadaan Pertamina) sudah siap dipasarkan. Namun saat ini Vivo masih menjual sisa stok yang mereka miliki. BBM yang dipesan baru akan dipasarkan di SPBU pada minggu kedua Oktober,” ujar Laode kepada Katadata.co.id, Senin (29/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani