Konflik Iran-AS, Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Terbesar sejak Oktober 2025
Harga minyak dunia mengalami kenaikan terbesar sejak Oktober akibat kekhawatiran terkait konflik di Iran dan Amerika Serikat (AS). Menurut laporan Bloomberg, ada informasi yang menyebut intervensi militer AS di Iran akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.
Harga kontrak berjangka minyak Brent tetap di atas US$ 70 per barel, setelah naik 4,3% pada Rabu (18/2). Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di atas US$ 65 per barel.
Axios melaporkan operasi militer AS kemungkinan akan berlangsung dalam beberapa minggu ini. Di saat yang sama, Israel mendesak skenario yang menargetkan perubahan rezim di Republik Islam Iran.
Perang kedua negara ini berpotensi mengancam pasokan minyak sebab terjadi di wilayah yang menghasilkan sekitar sepertiga dari total produksi minyak dunia.
Kedua negara telah melakukan perbincangan, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Kendati demikian, pemimpin Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan umum dengan pemerintah AS terkait syarat-syarat kesepakatan nuklir potensial.
Begitu pula dengan pejabat AS yang mengatakan negosiator Iran akan kembali ke Jenewa, Swiss dalam dua minggu dengan proposal baru. AS juga mengumumkan pembatasan visa terhadap pejabat dan eksekutif Iran terkait dengan penindasan terhadap protes yang baru-baru ini terjadi.
“Kegagalan dalam menyelesaikan isu-isu inti yang menjadi sumber perselisihan terus memicu ketegangan yang mengarah pada konfrontasi militer lainnya,” kata Analis RBC Capital Markets, Helima Croft, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (19/2).