SPBU di Australia Kehabisan Pasokan BBM, PM Albanese Gelar Rapat Darurat
Lebih dari 500 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Australia dilaporkan mengalami kekurangan pasokan bahan bakar di tengah gangguan distribusi minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Energi Chris Bowen menyatakan sebanyak 520 SPBU di seluruh negeri saat ini kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. Melansir ABC News (26/3), kekosongan ini terjadi di berbagai negara bagian, termasuk solar (diesel) dan bensin (unleaded).
Di negara bagian New South Wales (NSW), tercatat 178 SPBU kehabisan solar dan 48 SPBU tidak memiliki setidaknya satu jenis BBM dari total lebih dari 2.400 lokasi. Sementara di Victoria, 72 SPBU kehabisan solar dan 45 SPBU kehabisan bensin dari sekitar 1.600 lokasi.
Kekurangan juga terjadi di Queensland dengan 55 SPBU tanpa solar dan 33 tanpa bensin. Adapun di Australia Barat terdapat 40 SPBU tanpa solar dan 14 tanpa bensin. Di Australia Selatan, sembilan SPBU kehabisan solar dan 10 kehabisan bensin, sementara di Tasmania terdapat lima SPBU tanpa solar dan sembilan mengalami kekurangan satu atau lebih jenis BBM.
Di Australian Capital Territory (ACT), dua SPBU dilaporkan kehabisan solar, sementara wilayah Northern Territory belum mengalami kekurangan, meski beberapa daerah terdampak banjir.
Perdana Menteri Anthony Albanese dijadwalkan menggelar rapat darurat kabinet nasional pada Senin mendatang untuk membahas langkah antisipasi jika gangguan pasokan global terus berlanjut.
“Memang, mengkoordinasikan kegiatan itu penting agar kita memiliki konsistensi nasional,” ujarnya di parlemen, dikutip dari ABC News, Kamis (26/3).
Pertemuan itu akan membahas sejumlah opsi, mulai dari upaya sukarela untuk mengurangi konsumsi BBM seperti bekerja dari rumah (work from home/WFH), hingga kemungkinan intervensi yang lebih ketat apabila situasi memburuk.
Selain itu, pemerintah pusat dan negara bagian juga akan mendorong koordinasi yang lebih kuat dalam penanganan krisis, termasuk standarisasi pelaporan kondisi pasokan BBM agar informasi yang diterima publik lebih akurat.
Koordinator satuan tugas pasokan BBM nasional yang baru ditunjuk, Anthea Harris, dijadwalkan memaparkan langkah awal penanganan dalam pertemuan tersebut.
Krisis pasokan BBM ini terjadi seiring lonjakan harga minyak global setelah Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak dunia. Biaya energi meningkat dan mulai mengganggu pasokan minyak untuk berbagai sektor industri.
Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan proyeksi sebelumnya mengenai harga minyak tinggi dan inflasi hingga 5% kemungkinan terlalu rendah mengingat kondisi global yang semakin memburuk. Pemerintah pun meminta kementerian keuangan membuat simulasi skenario ekonomi yang lebih berat.