Seperti Indonesia, sebagian besar rumah tangga di India masih mengandalkan LPG untuk memasak, sedangkan kebutuhan energi tersebut sebagian dipenuhi dari impor.
Di tengah krisis energi global, pemerintah Indonesia belum menunjukkan langkah nyata selain menahan harga BBM. Sementara itu, ketergantungan impor membuat risikonya terus membesar.
Artikel ini membahas bagaimana krisis energi mengungkap kerapuhan masyarakat modern yang sangat bergantung pada sistem energi kompleks, terutama saat distribusi terganggu oleh gejolak geopolitik.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr tetapkan Keadaan Darurat Energi nasional sebagai respons atas krisis global yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Presiden Filipina menginstruksikan penerapan empat hari kerja dalam sepekan di kantor-kantor pemerintahan. Sekolah negeri juga memberlakukan empat hari kegiatan belajar.
Perang Iran–AS dan Israel memicu lonjakan harga minyak yang membuka peluang bagi komoditas ekspor Indonesia, namun ketergantungan impor energi justru membuat tekanannya lebih besar.
Salah satu negara anggota OPEC, Nigeria, tengah menghadapi krisis BBM imbas turunnya produksi minyak dan kelangkaan yang disebabkan buruknya kinerja kilang.
Kekeringan yang dipicu oleh El Nino membuat PLTA, yang menjadi sumber pembangkit listrik utama Ekuador berhenti beroperasi. Presiden Daniel Noboa pun mengumumkan status krisis energi.
Jerman mengenakan harga gas alam yang lebih tinggi kepada negara-negara tetangganya di Uni Eropa. Hal ini dinilai melanggar aturan pasar tunggal blok tersebut.