Platform jual beli daring (online) di Inggris, Jerman, Prancis, dan Spanyol melaporkan lonjakan besar dalam jumlah pencarian mengenai kendaraan listrik sejak dimulainya konflik di Iran pada Februari.
Konflik geopolitik di Selat Hormuz mengancam Indonesia dengan krisis energi karena ketergantungan impor minyak dan gas dari kawasan yang rentan gejolak tersebut.
Krisis energi mendorong transisi energi nasional yang ambisius lewat PLTS dan RUKN 2025-2060, membuka peluang besar untuk penciptaan Green Jobs di Indonesia.
Seperti Indonesia, sebagian besar rumah tangga di India masih mengandalkan LPG untuk memasak, sedangkan kebutuhan energi tersebut sebagian dipenuhi dari impor.
Di tengah krisis energi global, pemerintah Indonesia belum menunjukkan langkah nyata selain menahan harga BBM. Sementara itu, ketergantungan impor membuat risikonya terus membesar.
Artikel ini membahas bagaimana krisis energi mengungkap kerapuhan masyarakat modern yang sangat bergantung pada sistem energi kompleks, terutama saat distribusi terganggu oleh gejolak geopolitik.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr tetapkan Keadaan Darurat Energi nasional sebagai respons atas krisis global yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Presiden Filipina menginstruksikan penerapan empat hari kerja dalam sepekan di kantor-kantor pemerintahan. Sekolah negeri juga memberlakukan empat hari kegiatan belajar.
Perang Iran–AS dan Israel memicu lonjakan harga minyak yang membuka peluang bagi komoditas ekspor Indonesia, namun ketergantungan impor energi justru membuat tekanannya lebih besar.