Pengembangan Bandara Kualanamu Diminati 22 Calon Investor

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi bandara.
Penulis: Hari Widowati
7/11/2018, 20.55 WIB

Sebanyak 22 calon investor dari luar negeri telah menyatakan minat untuk ikut serta dalam tender pengembangan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara. PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan proses tender dapat dituntaskan sebelum akhir tahun ini.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Direktur Teknik dan Operasi Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo. "Untuk pengembangan Kualanamu, ada 22 calon mitra strategis yang berminat. Ada yang sudah menyampaikan Letter of Intent (LoI) maupun secara lisan," kata Djoko dalam konferensi pers penawaran Obligasi Berkelanjutan Angkasa Pura II Tahap I 2018, di Jakarta, Rabu (7/11). Dalam waktu dekat, perseroan akan menyeleksi calon-calon mitra strategis tersebut. Proses tender diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini.

Tahun lalu, Angkasa Pura II telah melakukan non-deal roadshow ke beberapa negara dan menghadiri sejumlah forum investasi untuk menawarkan pengembangan Bandara Kualanamu. Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, beberapa calon mitra strategis yang berminat menjadi pengelola Bandara Kualanamu berasal dari Asia dan Eropa. Dari dalam negeri, ada satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik. Sedangkan dari Asia, antara lain dari Tiongkok, India, dan Jepang. Calon mitra strategis yang berasal dari Eropa, antara lain dari Prancis, Jerman, dan Swiss.

(Baca: Diminta Kelola 7 Bandara Baru, Angkasa Pura Fokus 4 Bandara di 2018)

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah menyebutkan, calon mitra strategis dari Asia memiliki rekam jejak yang meyakinkan. "Saya memang dengar ada dari Tiongkok, Korea, India yang tertarik (investasi di Bandara Kualanamu)," ujar Budi beberapa waktu lalu.

Investor dari Korea Selatan adalah pengelola Bandara Incheon sedangkan dari Jepang adalah pengelola Bandara Haneda. Adapun calon investor dari India merupakan konglomerasi GVK, yang mengelola Bandara Mumbai di India dan sudah memiliki kerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk mengelola Bandara Ngurah Rai.

Angkasa Pura II mengumumkan dua paket investasi untuk pengembangan Bandara Kualanamu pada awal tahun ini. Pada paket I, investasi yang ditawarkan mencakup pengembangan runway (landasan pacu) untuk melayani penerbangan pesawat berbadan lebar Airbus A 380-800, perluasan area kargo menjadi 24.715 m2, dan terminal penumpang menjadi 224.256 m2 dengan kapasitas 17 juta penumpang per tahun.

Untuk investasi paket II, mencakup pengelolaan lahan sekitar 200 hektare guna pengembangan area komersial (aerocity) yang berada di luar terminal penumpang. Nilai investasi untuk kedua paket tersebut diprediksi mencapai Rp 11-12 triliun.

(Baca: Tambah Fasilitas Bandara, Angkasa Pura II Tawarkan Obligasi Rp 750 M)