Akuisisi Gihon, Tower Bersama akan Buka Penawaran Tender

Arief Kamaludin | Katadata
Penulis: Ihya Ulum Aldin
3/10/2018, 06.45 WIB

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengakuisisi 108,8 juta saham atau 19,8% saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON). Pasca akuisisi tersebut, perseroan menjadi pemegang saham pengendali baru sehingga Tower Bersama akan segera melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk membeli 9,5% saham milik publik.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama Gihon Telekomunikasi Rudolf P Nainggolan mengatakan, pada 1 Oktober 2018 Tower Bersama juga menandatangani perjanjian dengan pemegang saham Gihon lainnya. Mereka adalah Rudolf P Nainggolan selaku pemilik 54,88% saham Gihon, Hotma Linda Ebigail Sirait dengan kepemilikan 8,66%, dan PT Gihon Nusantara Tujuh dengan kepemilikan 7,22%.

"Dalam perjanjian tersebut, pemegang saham bersama-sama mewakili kepemilikan 70,76% dalam Gihon menyerahkan kuasa dan kewenangannya kepada perseroan untuk melakukan pengusulan, dan menetapkan pengurus, baik untuk anggota direksi maupun anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Gihon Telekomunikasi," kata Rudolf, dalam keterangan tertulis.

(Baca: Jaringan Telekomunikasi Akibat Gempa dan Tsunami Palu Mulai Pulih)

Dengan demikian, Tower Bersama menjadi pemegang saham pengendali baru bagi Gihon Telekomunikasi. Manajemen Tower Bersama dalam keterangan tertulis juga mengatakan, perubahan pemegang saham pengendali itu akan membuat perseroan dan Gihon memiliki lini usaha dan kebijakan yang sama sehingga dapat menghasilkan sinergi usaha yang optimal. Laporan keuangan Gihon Telekomunikasi per 1 Oktober 2018 juga akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Tower Bersama. Manajemen Tower Bersama belum menyebutkan nilai akuisisi saham Gihon tersebut.

Tower Bersama merupakan perusahaan menara telekomunikasi yang dikendalikan oleh PT Provident Capital Indonesia milik Edward Soeryadjaya. Tower Bersama memiliki 13.821 menara per Juni 2018. Tahun ini, perseroan menargetkan akan membangun 1.000 menara baru dengan belanja modal sebesar Rp 2 triliun.

Sementara itu, Gihon Telekomunikasi menyewakan menara telekomunikasi kepada sejumlah operator telekomunikasi, antara lain PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Hutchinson 3 Indonesia, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Internux. Gihon memiliki 336 menara di Pulau Jawa, 159 menara di Sumatera, dan 20 menara di Sulawesi sehingga total 506 menara.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (2/10), harga saham Gihon menguat 8,7% menjadi Rp 1.250 per saham. Sementara itu, harga saham Tower Bersama turun 1,33% menjadi Rp 5.575 per saham.

(Baca: Ericsson Siapkan Jaringan 5G di Indonesia untuk Sambut Industri 4.0