Diminta Jokowi Sambung Lampung-Palembang, Dirut HK: Tergantung 4 Hal

Kementerian PUPR
Gerbang tol Bakauheni Selatan
22/1/2018, 20.48 WIB

Saat meresmikan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proyek tol Trans Sumatra dari Lampung hingga Sumatera Selatan bisa rampung sebelum perhelatan Asian Games 2018. PT Hutama Karya (Persero), yang ditugaskan menggarap proyek ini cukup optimistis target yang diminta Jokowi bisa dipenuhi.

Direktur Utama Hutama Karya (HK) I Gusti Ngurah Putra menyatakan ada empat hal yang perlu diharmonisasikan agar pembangunan proyek tersebut bisa sesuai target. Empat hal tersebut adalah perizinan, teknis, lahan, hingga pendanaan. "Empat-empatnya harus sinkron," kata Ngurah saat ditanya di sela rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat RI, Jakarta, Senin (22/1).

Dia menjelaskan empat hal ini sudah sinkron pada ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sehingga pembangunannya dapat diselesaikan. Saat ini sudah ada dua segmen yang telah rampung pengerjaannya, yakni Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni serta Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kotabaru.

(Baca: Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Akan Difungsikan Lebaran 2018)

Namun, untuk ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung masih kendala lahan dan teknis. Untuk soal teknis, kondisi lahannya yang masih berupa rawa. Sehingga pengerjaannya sulit dan biayanya mahal. Perlu mencari desain konstruksi yang tepat dan murah.  

"Untuk masalahnya tanah kami jalan terus (dalam pembebasan lahan)," kata dia. Sedangkan untuk urusan pendanaan sudah rampung lantaran tol tersebut akan dikerjakan dengan skema Build, Operate, Transfer (BOT) dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Ngurah belum bisa memastikan apakah perusahaannya bisa merealisasikan pembangunan Trans Sumatra sesuai yang ditargetkan Jokowi atau tidak. Dia hanya mengatakan akan berupaya memaksimalkan waktu yang ada menyelesaikan tugas negara dengan membangun ruas Terbanggi Besar hingga Kayu Agung pertengahan tahun ini.

Jokowi sebelumnya meminta tol ini dapat dirampungkan pada pertengahan tahun agar dapat digunakan pada Asian Games 2018. Walau mengetahui adanya masalah lahan, namun mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mendapat komitmen Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam pembebasan lahan.

"Janjinya saya pegang dan tulis," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden. (Baca: Tunggangi Truk Pasir, Jokowi Resmikan Tol Pertama di Lampung)