Sengketa Lahan, Satu Stasiun MRT Jakarta Terancam Tak Beroperasi

Pembangunan stasiun bawah tanah MRT Jakarta di Kawasan MH Thamrin, Jakarta.
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
5/7/2017, 20.27 WIB

(Baca: Kemenhub Ingin Kembangkan Transportasi Kanal dan MRT Jakarta)

Per 30 Juni 2017, pembangunan proyek MRT fase I mencapai 74,89 persen. William menuturkan, saat ini pekerjaan konstruksi depo dan struktur layang (elevated section) telah mencapai 62,42 persen. Sementara, pekerjaan konstruksi untuk jalur bawah tanah (underground section) telah mencapai 87,58 persen.

"Progress status kami tetap berjalan dengan baik," kata William.

William menuturkan, saat ini pihaknya telah berada pada tahap pelebaran jalan dan pembangunan interior stasiun. Pihak kontraktor, lanjut William, mulai melakukan pemasangan keramik, plafon, dan kelistrikan.

"Di stasiun ini sudah mulai ada pemasangan. Sudah seperti itu per hari ini," kata William.

Dengan perkembangan pembangunan yang saat ini terjadi, William pun optimistis jika pengerjaan fisik proyek tersebut akan selesai pada Juli 2018. Sementara, integration test dan commisioning akan dilakukan empat bulan kemudian.

"Lalu kami akan trial run di bulan Desember 2018. Sehingga operasi kereta itu bisa kami laksanakan di awal Maret 2019. Masih sesuai jadwal," kata dia.

(Baca: Pembangunan MRT Terganjal Pembebasan 26 Bidang Tanah

Halaman: