Pemerintah Undang Investor Sehatkan Empat BUMN
KATADATA - Pemerintah sedang berusaha menyehatkan sejumlah perusahaan negara. Karena itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengundang investor untuk turut memperbaiki empat korporasi pelat merah yang tengah terseok-seok.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut terus merugi, yaitu PT. Merpati Nusantara Airlines, PT. Kertas Kraft Aceh, PT. Kertas Leces, dan PT. Iglas. “Itu empat yang kami usulkan untuk mengundang strategic investor,” kata Aloysius di Jakarta, Kamis, 14 Januaari 2016. Keempat perusahan tersebut, dia melanjutkan, diproyeksikan untuk dikelola oleh swasta.
(Baca juga: Pemerintah Akan Suntik Modal Tiga BUMN Rp 12 Triliun).
Sementara itu, Asisten Deputi Restrukturisasi Kementerian BUMN Lily Chairiah mengatakan utang Merpati saat ini mencapai Rp 8 triliun dan telah berhenti beroperasi hampir setahun. Karena itu, kementeriannya sedang mengusahakan restrukturisasi keuangan Merpati. “Dana restrukturisasi agar Merpati stop bleeding, baru kami ajukan privatisasi,” ujar Lily.
Untuk memperkuat perusahaan negara, Kementerian BUMN juga berencana menggeser beberapa BUMN menjadi terbuka. Misalnya, PT. Perkebunan Nusantara VII akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini. BUMN ini berfokus di perkebunan kelapa sawit, tebu, teh, dan juga karet.
(Lihat pula: Pemerintah Siapkan Rights Issue Tiga BUMN).
Menurut Aloysius, rencana tersebut telah masuk ke Komite Privatisasi dan akan dibahas sebelum 31 Januari mendatang. Setelah mendapatkan persetujuan, pembahasan dilanjutkan dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Otoritas Jasa Keuangan.
Selain PTPN VII, BUMN konstruksi yakni PT. Brantas Abhipraya juga mengutarakan minatnya untuk melakukan penawaran saham perdana. Saat ini kajiannya masih dilakukan oleh Kementerian BUMN. “Itu memang ide bagus tapi saat ini masih diproses di Pak Pontas (Pontas Tambunan, Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Kementerian BUMN),” kata Aloysius.