Dorong Ekspor Makanan, Pemerintah Diminta Fokus Garap Pasar Afrika

ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Ilustrasi. Gapmmi menilai potensi pasar ekspor di Afrika cukup besar dan belum dimaksimalkan oleh Indonesia.
Editor: Agustiyanti
12/6/2020, 15.52 WIB

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan atau Kemendag tangah mencari pangsa pasar baru untuk meningkatkan ekspor makanan dan minuman. Sebab, ekspor ke pasar utama di Amerika Serikat dan Tiongkok turun akibat pandemi corona.

(Baca: Menaker Sebut 3 Juta Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK Imbas Corona )

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan mengatakan pihaknya tengah menjajaki negara-negara potensial agar ekspor makanan dan minuman tetap tumbuh. "Kemendag akan membidik peluang baru melalui ekstensifikasi negara tujuan ekspor ke negara-negara di Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan termasuk Eropa," ujar Kasan melalui siaran pers pada Jumat (5/6). 

Untuk menyukseskan program tersebut, Kemendag menggandeng pihak swasta yang berpengalaman menjadi pemain global makanan dan minuman. Salah satu pihak yang diajak kerja sama yakni PT Mayora Indah Tbk. 

Mayora merupakan salah satu eksportir terbesar di Tanah Air yang memiliki lebih dari 80 jaringan distributor utama secara global dan mengekspor produk ke lebih dari 100 negara. Pada Februari 2020, perusahaan itu telah mengekspor lebih dari 250 ribu kontainer makanan dan minuman olahan ke berbagai negara.

Halaman:
Reporter: Tri Kurnia Yunianto