Lolos Investigasi Safeguard, RI Genjot Ekspor Pupuk ke Ukraina

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Sebuah kapal bermuatan peti kemas siap ekspor. Indonesia berpeluang mendorong ekspor pupuk ke Ukraina seiring dicabutnya investigasi tindak pengamanan atau safeguard.
Penulis: Ekarina
15/7/2020, 07.44 WIB

"Kita bisa merebut pasar yang ditinggalkan oleh negara yang dikenakan,” ujar Srie.

Data BPS menunjukkan, kinerja ekspor kedua produk ini dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan pertumbuhan positif. Negara yang menjadi tujuan ekspor antara lain India, Filipina, Australia, Malaysia, dan Kanada.

Sepanjang Januari-April 2020, ekspor kedua produk tersebut naik 92,96% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan pada 2019, Indonesia membukukan nilai ekspor sebesar US$ 571 ribu atau meningkat 49,4% dibanding tahun sebelumnya dengan nilai ekspor US$ 382,2 ribu.

(Baca: RI Berpotensi Kehilangan Devisa Rp 26 T Akibat Tudingan Trade Remedies)

Meski demikian, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menambahkan, guna mendorong ekspor ke negara nontradisional termasuk Ukraina, Indonesia tetap perlu mengamati agresivitas Ukraina dalam menginisiasi penerapan instrumen pengamanan perdagangan (trade remedies).

“Kita perlu terus mengamati perkembangan ke depan, mengingat Ukraina cukup agresif dalam menggunakan instrumen trade remedies, khususnya safeguard dengan telah menginisiasi tiga penyelidikan pada semester I  2020,” ujarnya.

Halaman: