BPS: 443 Ribu Ton Beras Impor Masuk RI pada Januari

ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/Ief/rwa.
Ilustrasi. Indonesia paling banyak mengimpor beras dari Thailand pada bulan lalu.
Penulis: Agustiyanti
15/2/2024, 15.48 WIB

Badan Pusat Statistik mencatat, total beras impor yang masuk pada Januari 2024 mencapai 443 ribu ton. Nilainya mencapai US$ 279,2 juta atau Rp 4,41 triliun dengan asumsi kurs Jisdor akhir periode yang sama Rp 15.803 per dolar AS.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar menjelaskan, impor beras bulan lalu lebih tinggi dibandingkan Januari 2023 yang mencapai 243,66 ribu ton senilai US$ 118,7 juta atau setara Rp 1,78 triliun.  

“Nilai impor beras secara bulanan atau mtm turun 16,73%, secara tahunan atau yoy naik 135,12%,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/2).

Ia mencatat, impor beras pada bulan lalu lebih rendah dibandingkan Desember 2023 yang mencapai 531,8 ribu ton. 

Menurut BPS, beras impor pada bulan lalu paling banyak didatangkan dari Thailand sebanyak 237 ribu ton senilai US$ 153 juta. Diikuti oleh beras dari Pakistan dengan volume mencapai 129 ribu ton atau US$ 79,3 juta, dan Myanmar dengan volume 41,6 ribu ton atau US$ 23,98 juta.

Amalia menjelaskan, kenaikan atau penurunan volume impor tergantung pada kebijakan pemerintah masing-masing negara. Maka dari itu, menurut dia, pola impor tidak bisa diperkirakan.

“Impor beras ini tergantung kepada kebijakan, sehingga pola-pola impornya tidak ada yang bisa kami ketahui secara pasti, karena tergantung dari kebijakan imporyang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Impor beras Indonesia mencapai 3,06 juta ton sepanjang 2023, naik 613,61% dibanding 2022. Impor beras didominasi beras setengah giling atau giling utuh (semi-milled or wholly miller rice). Volumenya mencapai 2,7 juta ton atau 88,1% dari total impor beras tahun lalu.

Selain itu, Indonesia mengimpor beras menir (broken rice) sebanyak 345,7 ribu ton atau 11,29% dari total impor, dan impor beras basmati 7,13 ribu ton atau 0,23%. Pudji mengatakan, empat negara asal impor beras terbesar pada 2023 adalah Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar.


Reporter: Zahwa Madjid