KAI Targetkan Tambahan 30 Rangkaian Kereta Baru, Utamakan Produksi Dalam Negeri

Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang menunggu KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (6/11/2025). Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan dana senilai Rp 5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menambah 30 rangkaian KRL Commuter Line baru yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan ditargetkan tersedia dalam waktu setahun ke depan.
Penulis: Mela Syaharani
28/1/2026, 14.18 WIB

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan 30 rangkaian kereta baru untuk KRL bisa direalisasikan akhir tahun ini. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perusahaan saat ini sedang dalam proses menyiapkan 30 rangkaian tersebut, terutama terkait desain dan jaringan. 

Dia belum dapat memastikan apakah rangkaian baru ini akan dipasok dari luar negeri, seperti Cina atau negara lain. Namun dia menyebut tetap mengutamakan produk domestik.

“Waktu itu kami janji tingkat komponen dalam negeri (TKDN)-nya dioptimalkan, jadi kami mengutamakan industri dalam negeri,” kata Bobby saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Rabu (28/1).

Kendati demikian, Bobby mengatakan tambahan 30 rangkaian ini belum bisa terlaksana pada semester pertama 2026. Pasalnya, pembuatan gerbong kereta memerlukan waktu. Selain itu, KAI juga perlu meningkatkan jaringan listrik aliran atas (LAA).

Di luar 30 trainset tersebut, PT Industri Kereta Api (INKA) tahun ini mengirimkan 12 rangkaian KRL baru untuk menggantikan rangkaian lama yang sebelumnya dioperasikan PT Kereta Api Commuter. Rangkaian kereta tersebut merupakan pesanan tahun 2023. 

Anggaran Tambahan untuk KAI Rp 5 Triliun

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut akan memberikan dana Rp 5 triliun kepada KAI. Dana tersebut akan digunakan KAI untuk menambah 30 rangkaian kereta baru. 

Prabowo mengatakan, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin telah mengajukan dana tambahan rangkaian kereta. Dana yang diperlukan untuk pengadaan satu rangkaian berisi 12 gerbong mencapai US$ 9 juta atau setara Rp 150,3 miliar.

"Beliau (Dirut KAI) mengajukan Rp 4,8 triliun, tapi saya setujui Rp 5 triliun," kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/11) seperti disiarkan dalam Youtube Sekretariat Presiden. 

Prabowo mengatakan dirinya berkenan memberikan dana yang besar untuk transportasi kereta api. Hal ini karena kereta api diperlukan masyarakat banyak.

Selain itu, Prabowo juga meminta Bobby Rasyidin segera menggunakan anggaran tersebut untuk pengadaan rangkaian baru. Dia memberikan tenggat satu tahun agar pembaruan rangkaian kereta terwujud. "Kalau bisa enam bulan oke, tapi satu tahun (tenggatnya)," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani