Indonesia dan India Jajaki Kerja Sama dan Investasi Industri Logam
Pemerintah Indonesia sedang menjajaki peluang kerja sama dan investasi dengan perusahaan-perusahaan India di Indonesia. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebut kerja sama ini terutama membidik pengembangan industri logam.
“Nanti kelanjutannya ada hilirisasi dari industri logam, baik untuk peralatan atau barang modal yang bisa dikembangkan,” kata Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, JUmat (27/2).
Rencana investasi ini terungkap setelah Yuliot bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Logam India, Sandeep Poundrik, pada Selasa (24/2).
Selain hilirisasi, kedua negara juga berpeluang mengembangkan barang modal dalam bentuk riset dan inovasi pemanfaatan energi yang lebih efisien.
Setelah pertemuan tersebut, India akan menyampaikan draf nota kesepahaman (MoU) kepada Indonesia, sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini.
“Nanti kami akan konsultasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan antarmenteri, yakni menteri ESDM dan menteri logam India,” ujarnya.
Kembangkan Industri Semikonduktor
Selain industri logam, Indonesia juga menjajaki kerja sama pengembangan manufaktur semikonduktor dan infrastruktur AI dengan India. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang melimpah, seperti pasir silika yang merupakan komponen esensial dalam produksi chipset dan semikonduktor.
Komitmen Indonesia terhadap hilirisasi mineral ini menjadi fokus utama diskusi. "Pasir silika yang tersedia melimpah di tanah air merupakan potensi besar yang harus kita transformasikan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Nezar dalam pernyataan resmi, Senin (23/2).
Karena itu, kerja sama Indonesia dengan para pemimpin industri global merupakan langkah strategis yang krusial. Khususnya, untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional yang tangguh dan berdaya saing.
Tata Electronics, yang merupakan bagian dari Tata Group, saat ini tengah membangun fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor pertama di India. Adapun Netweb Technologies dikenal atas inovasinya dalam pengembangan server berbasis AI.
Kolaborasi dengan kedua perusahaan ini diharapkan membuka peluang transfer teknologi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang manufaktur teknologi tinggi.