Bahlil: Indonesia Sudah Lewati Masa Kritis Pasokan LPG
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Indonesia telah melewati periode kritis terkait stok Liquefied Petroleum Gas (LPG). Ia menyebut cadangan LPG domestik saat ini berada di atas level 10 hari.
“Masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 April. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4).
Bahlil mengatakan tambahan pasokan LPG akan segera tiba dalam waktu dekat. Kapal pengangkut LPG saat ini masih dalam proses komunikasi intensif agar dapat segera masuk ke Indonesia. “Sebentar lagi kapal kita masuk,” ujarnya.
Ia menyampaikan situasi dinamika geopolitik global tidak memengaruhi pasokan LPG dalam negeri. Ini karena sumber LPG nasional tidak harus melewati jalur Selat Hormuz. “Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain,” kata Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar itu turut menjelaskan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah relatif terbatas.
Ia menyebutkan, porsi impor dari kawasan tersebut berada di kisaran 20%- 25% untuk minyak mentah. “Kita sudah mampu mendapatkan pengganti dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain. Jadi Insyaallah sudah clear,” kata Bahlil.