Menhub: 38 Korban Luka Kecelakaan Kereta Bekasi Sudah Pulang dari Rumah Sakit
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan sebagian korban yang selamat dari kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat sudah dipulangkan dari rumah sakit.
Terdapat 106 orang yang menjadi korban dalam kecelakaan ini. Sebanyak 15 orang meninggal dunia, sementara 91 orang mengalami luka-luka.
“Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali (ke rumah). Harapan kami sisanya insya allah bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” kata Dudy dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Bobby Rasyidin saat ini ada 53 korban yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Dia menyebut ada laporan bahwa beberapa korban akan pulang hari ini.
Rumah sakit yang menangani korban kecelakaan KA ini ada di RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati, RS Mitra Plumbon Cibitung, Rumah Sakit Primaya Timur, Rumah Sakit Hermina Bekasi, Rumah Sakit Bella Bekasi, Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur dan Cikarang, Rumah Sakit Bhakti Kartini, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat, Rumah Sakit Dewi Sri Karawang, serta Rumah Sakit MMC Kuningan.
Imbas kecelakaan, Bobby menyebut perusahaan akan melakukan evaluasi baik secara internal maupun eksternal. Evaluasi internal dilakukan dengan meningkatkan dan memastikan lebih baik lagi aspek operasional dan keselamatan dalam kereta api. Sementara evaluasi eksternal dilakukan bersama regulator dan seluruh pihak terkait.
“Kami mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh KNKT, mereka nanti akan secara resmi mengumumkan penyebab dan rekomendasi dari insiden yang kemarin terjadi,” ujar Bobby.
Dia menyampaikan KAI telah membuka jalur hilir kereta di lokasi kecelakaan pada pukul 01.30 dini hari kemarin. Pembukaan ini membuat jalur tersebut sudah bisa dilewati oleh kereta api jarak jauh dari arah timur.
“Tadi malam jam 2 alhamdulillah jalur hulunya sudah bebas dari puing-puing dan kami sudah pastikan bersama KNKT, terkait keselamatan pemakaian jalur ini untuk kereta-kereta jarak jauh. Walaupun kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 km per jam di stasiun ini,” ucapnya.
Rencananya, layanan KRL rute Cikarang akan mulai beroperasi dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada siang ini. Layanan ini akan beroperasi seperti sedia kala dengan jumlah frekuensi normal.
“Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami tidak ada toleransi sama sekalipun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa dari PT KAI,” kata Bobby.