Pembangunan IKN Capai Rp257,56 Triliun, Target Ibu Kota Politik 2028

ANTARA FOTO/Angga Palguna/wpa.
Sejumlah pengunjung mengunjungi Istana Wakil Presiden yang dibuka untuk umum di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). Dalam rangka menyambut perayaan HUT ke-81 RI Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) membuka Istana Wakil Presiden di IKN untuk masyarakat umum pada 15-17 Agustus 2026.
18/8/2026, 21.30 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menghabiskan dana Rp 257 triliun baik dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) maupun swasta. Otorita IKN (OIKN) memastikan pembangunan kaswasan di Kalimantan Timur itu terus berjalan untuk mengejar target menjadi ibu kota politik pada 2028.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah kini mengalihkan fokus ke pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif. 

“Kawasan eksekutif yang mencakup kantor dan kediaman Presiden serta masjid telah rampung dari pembangunan tahap pertama,” kata Basuki dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Ekonomi IKN, Kalimantan Timur, Senin (17/8).

Sementara itu, pembangunan sejumlah fasilitas legislatif dan yudikatif masih berlangsung. Hingga akhir Juli 2026, pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Yudisial (KY) telah mencapai 12,41%. Adapun pembangunan jalan di kawasan yudikatif telah mencapai 27,6%.

Pembangunan IKN juga mencakup penyediaan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja lembaga negara. OIKN mencatat sebanyak 43 tower rumah susun ASN telah rampung hingga semester I 2026 dari total target 47 tower.

Dari sisi pendanaan, kebutuhan pembangunan IKN melalui APBN tercatat mencapai Rp48,8 triliun. Selain itu, pemerintah menyiapkan pembiayaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp134,22 triliun serta investasi swasta Rp74,54 triliun dari 67 investor.

Basuki mengatakan pembangunan IKN juga diarahkan untuk membentuk kota dengan konsep forest city, smart city, dan sponge city. Konsep forest city menjadi salah satu fokus yang terus dikembangkan melalui program penanaman pohon dan pemulihan ekosistem kawasan.

“Dari ketiga konsep tersebut, karakter forest city paling terlihat karena OIKN terus melakukan penanaman pohon di kawasan IKN,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, OIKN melakukan penanaman sekitar 700-800 pohon setiap dua minggu dan program tersebut akan terus berlangsung selama enam tahun. Pemerintah juga menyiapkan kawasan sekitar 70-90 hektare sebagai miniatur tropical rainforest untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan di IKN.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina