Harga Minyak Turun Tertekan Lonjakan Kasus Covid-19 di India

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Ilustrasi. Harga minyak mentah Brent turun 46 sen atau 0,7% menjadi US$ 65,65 per barel, setelah diperdagangkan pada harga terendah $ 64,57 per barel.
Penulis: Agustiyanti
27/4/2021, 07.48 WIB

India telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus korona baru yang membanjiri rumah sakit. Negara-negara termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat berjanji untuk mengirim bantuan medis segera.

Di Jepang, keadaan darurat ketiga di Tokyo, Osaka, dan dua prefektur lainnya dimulai pada Minggu (25/4). Negara tersebut berusaha memerangi lonjakan kasus Covid-19.

Pasar juga terdorong lebih rendah oleh kekhawatiran berlebihnya pasokan karena berakhirnya keadaan kahar pada ekspor dari terminal Libya. Peningkatan pasokan yang diperkirakan datang dari OPEC+ menambah tekanan.

Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) mengatakan telah mencabut keadaan kahar di pelabuhan Hariga setelah menyelesaikan perselisihan mengenai anggarannya dengan pemerintah baru.

Produksi minyak Libya turun pekan lalu dari 1,3 juta barel per hari menjadi sekitar 1 juta barel per hari setelah NOC mengumumkan keadaan kahar.

Pada perdagangan kemarin pagi, harga minyak dunia turun tipis. Harga minyak Brent dijual seharga US$ 65,17/barel, menyusut 0,02% dari perdagangan sebelumnya. Sementara, minyak berjenis West Texas Intermediate (WTI) masih tak bergerak, sebab bertenggeri di posisi US$ 61,92/barel.

Halaman: