6 Gerilyawan Palestina Kabur dari Penjara Israel Lewat Lubang Toilet

ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/nz/cf
Mohamad Torokman Pengunjuk rasa Palestina berlari melewati barikade yang terbakar saat bentrok dengan pasukan Israel dalam sebuah protes terhadap perumahan Israel, di dekat Nablus di Tepi Barat, Selasa (8/6/2021).
7/9/2021, 10.59 WIB

Enam gerilyawan Palestina dilaporkan melarikan diri dari penjara Gilboa di utara Israel yang memiliki keamanan tinggi pada Senin (6/9). Keenam tahanan tersebut kabur melalui lubang toilet dalam sel penjara.

Ke enam gerilyawan diyakini telah menggali lubang di lantai toilet sel mereka dengan menggunakan sendok berkarat yang mereka sembunyikan di balik poster. Lubang tersebut bisa mengakses lorong-lorong yang dibentuk konstruksi penjara.  Mereka juga membuat terowongan dekat dinding terluar penjara.

Seperti halnya tokoh Andrew Dufresne dalam film the Shawshank Redemption , ke enam gerilyawan berhasil kabur dengan  merangkak melalui lubang untuk mencapai terowongan dan kemudian keluar dari penjara.

Keenam tahanan yang kabur termasuk Zakaria Zubeidi, mantan komandan kelompok militan Palestina Brigade Martir Al-Aqsa di kota Jenin, Tepi Barat, serta lima anggota Jihad Islam.

Lima tahanan lainnya diidentifikasi sebagai Munadil Nafayat, Iham Kahamji, Yaquob Qadiri dan saudara Mahmoud dan Mohammed al-Arida. Mereka semua adalah anggota Jihad Islam Palestina (PIJ) dan dari kota-kota dekat Jenin.

Empat dari anggota Jihad Islam menjalani hukuman seumur hidup setelah dihukum karena merencanakan atau melakukan serangan yang membunuh warga Israel, sementara lima lainnya ditahan tanpa dakwaan selama dua tahun di bawah perintah penahanan administratif.

 Dilansir dari BBC, para petugas mendapatkan informasi  kaburnya tahanan dari petani yang mengaku melihat para tahanan melarikan diri dan melewati ladang mereka. 

“Pelarian ini merupakan bentuk kegagalan kegagalan keamanan dan intelijen utama,” kata seorang pejabat layanan penjara Israel, dikutip dari BBC, Selasa (7/9).

Alarm berbunyi kencang di Penjara Gilboa pada Senin pagi (6/9), sebuah fasilitas dengan keamanan tinggi di Israel Utara yang dikenal sebagai ‘The Safe’, ketika pihak berwenang menerima laporan dari petani setempat tentang  adanya orang mencurigakan di ladang pertanian terdekat. Gilboa terletak 4 km dari Tepi Barat yang kini dikuasai Israel.

“Kami yakin para tahanan telah melakukan kontak dengan orang-orang di luar penjara menggunakan ponsel selundupan dan mereka dijemput menggunakan mobil,” kata seseorang dari Badan Keamanan Israel (Shin Bet)  seperti dilansir dari The Jerussalem Post,

 Hingga kini, Polisi, Badan Keamanan Israel (Shin Bet), Polisi Perbatasan dan dua pasukan pertahanan Israel (IDF), serta Pasukan Khusus telah melakukan pencarian keenam tahanan yang kabur. Mereka telah menempatkan sekitar 200 penghalang jalan di seluruh pelosok negeri untuk menangkap para tahanan. Selain itu, pasukan keamanan juga menggunakan unit khusus dalam pencarian yang melibatkan anjing pelacak dan helikopter.

“Tujuan kami adalah menangkap dan menahan mereka. Selama ada kemungkinan mereka berada di Israel,” kata Juru Bicara Kepolisian Israel Eli Levy.

Dua dari tahanan yang kabur dilaporkan menyeberang ke Yordania dan dari empat yang tersisa di Israel, dua bersembunyi di kota Druze Majdal Shams di perbatasan Suriah.

Polisi juga sedang menyelidiki kemungkinan bahwa para tahanan mungkin berhasil melarikan diri ke Jenin. Selain itu, diperkirakan dua tahanan yang melarikan diri pindah ke Yordania, dan empat lainnya berada di negara itu. Dari keempatnya, dua tampaknya bersembunyi di Majdal Syams.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menyebut kaburnya tahanan sebagai insiden serius.  Bennett terus memantau perkembangan kasus pembobolan penjara yang terjadi hanya beberapa jam sebelum Israel memperingati Tahun Baru Yahudi.

Pihak berwenang tampaknya meyakini bahwa para tahanan yang melarikan diri bukan merupakan ancaman bagi masyarakat umum sehingga tidak ada instruksi bagi orang-orang untuk mengubah rutinitas mereka.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi