Pemimpin Baru Iran Sebut Selat Hormuz Ditutup sebagai Alat untuk Tekan Musuh
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan penutupan jalur maritim Selat Hormuz harus dilanjutkan sebagai alat untuk menekan musuh, pada Kamis (12/3). Ini merupakan pernyataan publik pertama Mojtaba Khamenei sejak diangkat.
"Semua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah harus segera ditutup dan pangkalan-pangkalan itu akan diserang," ujar Khamenei dalam komentar yang disiarkan televisi dan diterjemahkan oleh Reuters.
Harga minyak dunia terus naik setelah pernyataan tersebut. Pengiriman minyak melalui Selat Hormuz praktis telah berhenti sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu, menyebabkan harga minyak global melonjak. Pada Rabu (11/3), Iran memperingatkan harga minyak dunia dapat naik hingga US$ 200 per barel.
Ini adalah komentar publik pertama Khamenei sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 9 Maret setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara AS-Israel yang dimulai pada akhir Februari.
Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan terhadap kompleks kediaman ayahnya, yang menewaskan Ayatollah dan anggota keluarga terdekat lainnya.
“Iran tidak akan menahan diri untuk membalas darah para martirnya,” kata Khamenei, menyerukan persatuan di antara rakyat Iran.
Khamenei, yang berusia 56 tahun, dipandang lebih garis keras dan konservatif daripada ayahnya. Ia memilih untuk tidak menonjolkan diri di hadapan publik Iran sebelum terpilih untuk menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi.
Trump Tak Setuju Mojtaba Khameini Jadi Pemimpin Baru Iran
Presiden AS Donald Trump menyatakan kekecewaannya atas terpilihnya Khamenei oleh ulama senior Iran. “Saya tidak percaya dia bisa hidup damai,” kata Trump kepada Fox News.
Terlepas dari komentar Trump, masih belum jelas apakah Gedung Putih menargetkan perubahan rezim di Teheran sebagai salah satu tujuan utama operasi militernya. Para ahli mengatakan bahwa serangan udara saja kemungkinan tidak akan cukup untuk menggulingkan kepemimpinan Iran.
Tidak ada tanda-tanda bahwa serangan AS-Israel terhadap infrastruktur penting dan militer Iran akan segera berakhir, dengan serangan udara dan laut yang semakin intensif minggu ini. Iran juga meningkatkan serangan balasannya minggu ini, menyerang kapal tanker yang berada di Selat Hormuz atau di perairan yang dekat dengan kawasan tersebut.
Pada Kamis (12/3), Khamenei mengatakan Iran akan menuntut ganti rugi dari musuh-musuhnya atau menghancurkan aset mereka sebagai pembalasan atas apa yang telah mereka lakukan kepada negara tersebut.