Iran Tuding AS Diam-diam Rencanakan Serangan Darat di Tengah Negosiasi
Iran mengatakan mereka siap menghadapi pasukan Amerika Serikat (AS) di darat. Iran menuduh Washington diam-diam merencanakan serangan darat sambil mengupayakan negosiasi untuk mengakhiri perang.
"Musuh, secara terbuka, mengirim pesan negosiasi dan dialog, tetapi secara diam-diam merencanakan serangan darat," kata ketua parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, menurut kantor berita pemerintah IRNA dan Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah pada Minggu (29/3), seperti dikutip NBC News. Ghalibaf mengatakan AS tidak menyadari pasukan Iran sedang menunggu tentara AS masuk ke darat.
Komentar tokoh Iran ini muncul beberapa jam setelah The Washington Post melaporkan Pentagon telah menyusun rencana operasi darat di Iran selama berminggu-minggu yang tidak sampai invasi skala penuh, bahkan ketika Presiden Donald Trump dan tokoh-tokoh penting Gedung Putih memberi isyarat mereka ingin segera mengakhiri konflik tersebut. NBC News belum mengonfirmasi laporan tersebut.
Sementara itu, Komando Sentral AS dalam unggahannya di X menyatakan AS telah memperkuat kekuatan militernya di wilayah Timur Tengah. USS Tripoli tiba di Timur Tengah pada hari Sabtu (28/3) sebagai bagian dari tambahan 3.500 pasukan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran belum menanggapi 15 poin proposal perdamaian dari AS yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang. Namun, ia mengatakan ada "kemauan untuk membicarakan hal-hal tertentu" dari pihak Iran.
Ghalibaf, seorang tokoh garis keras yang merupakan salah satu tokoh politik utama Iran yang masih bertahan, menuduh AS "mengejar melalui diplomasi yang gagal dicapai dalam perang" lewat 15 poin yang mereka ajukan.
“Selama Amerika mencari penyerahan Iran, tanggapan rakyat Iran terhadap keinginan ini jelas. Kami tidak akan pernah menerima penghinaan,” katanya.
Pernyataan Trump Berbeda dengan Kenyataan
Pekan lalu, Trump mengatakan dia akan memperpanjang tenggat waktu untuk menghentikan serangan terhadap pembangkit listrik Iran setelah perkembangan positif dalam negosiasi dengan rezim Iran.
Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang berjalan "sangat baik," meskipun Teheran bersikeras bahwa mereka tidak bernegosiasi.
Dalam sebuah pernyataan yang menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pasukan dikirim ke Iran, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan: “Adalah tugas Pentagon untuk membuat persiapan guna memberikan fleksibilitas maksimal kepada Panglima Tertinggi. Itu tidak berarti Presiden telah membuat keputusan.”
Trump mengatakan kepada wartawan di Oval Office pada 20 Maret bahwa dia “tidak menempatkan pasukan di mana pun.”
“Jika saya melakukannya, saya pasti tidak akan memberi tahu Anda, tetapi saya tidak menempatkan pasukan,” ujarnya.
Pada Sabtu (28/3), Komando Sentral AS menyatakan ribuan tentara Amerika telah tiba di Timur Tengah. "Pesawat angkut dan pesawat tempur serbu, serta aset amfibi dan taktis di antara aset militer (yang dikirim) ke wilayah tersebut," kata Komando Sentral AS.
Tiga belas anggota dinas AS telah tewas selama perang dengan Iran, dan dua lainnya meninggal karena sebab non-pertempuran.