Trump Tawarkan Negara Terdampak Penutupan Selat Hormuz Beli Minyak dari AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan kepada negara-negara di dunia untuk beralih membeli minyak dari AS di tengah Perang Iran yang memicu ketidakstabilan pasokan energi global.
Trump menyebut negara-negara yang terdampak gangguan distribusi minyak karena pembatasan akses pelayaran di Selat Hormuz dapat mengandalkan pasokan energi dari AS. Trump menyampaikan hal tersebut saat memberikan pidato di Gedung Putih pada Rabu (1/4), waktu setempat.
Politisi Partai Republik itu menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi atas ketergantungan sejumlah negara terhadap jalur energi Timur Tengah yang kini rentan akibat eskalasi militer.
“Kepada negara-negara yang tidak dapat memeroleh bahan bakar, yang banyak di antaranya menolak untuk terlibat dalam penargetan Iran, saya punya saran. Pertama, beli minyak dari Amerika Serikat. Kami punya banyak (minyak). Kami punya begitu banyak,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari kanal Youtube The White House, pada Rabu (1/4) waktu setempat.
Pada kesempatan tersebut, Trump menyatakan kapasitas produksi minyak dan gas di AS saat ini melebihi kemampuan gabungan produksi Arab Saudi dan Rusia. Ia mengklaim kapasitas tersebut diperkuat oleh kebijakan energi domestik yang agresif, termasuk peningkatan eksplorasi dan produksi dalam negeri.
Trump Klaim Kapasitas Produksi Energi AS Lampaui Arab Saudi dan Rusia
Trump menyebut capaian kapasitas produksi energi AS saat ini tanpa memperhitungkan atau di luar tambahan pasokan jutaan barel dari Venezuela. “AS memproduksi lebih banyak minyak dan gas daripada Arab Saudi dan Rusia. Bayangkan itu, gabungan Arab Saudi dan Rusia,” ujarnya.
Trump menyampaikan AS kini tidak lagi bergantung pada pasokan minyak dari Selat Hormuz. Menurutnya, Amerika Serikat hampir tidak mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan melakukannya di masa depan.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pemerintahannya telah menghancurkan Iran baik secara militer maupun ekonomi. Trump juga menyebut konflik dengan Iran telah melewati fase tersulit, sembari memprediksi Selat Hormuz akan kembali terbuka setelah konflik mereda.
Hal ini menurutnya dapat terjadi seiring kebutuhan Iran untuk kembali menjual minyak guna membangun kembali ekonomi negara. “Ini akan kembali normal dengan sendirinya. Mereka (Iran) akan ingin menjual minyak karena itulah satu-satunya yang mereka miliki untuk mencoba membangun kembali perekonomian. Aliran minyak akan kembali normal dan harga gas akan turun dengan cepat,” kata Trump.