CEO BP Sebut Tak Pangkas Pekerjaan meski Harga Minyak Anjlok

@kementerianesdm
Ilustrasi, proyek Tangguh. BP menyatakan tidak akan mengurangi pekerja meski harga minyak anjlok. BP Indonesia saat ini tercatat memperkerjakan 7 ribu orang di proyek Train 3 Tangguh, Papua.
31/3/2020, 14.23 WIB

Perusahaan migas asal Inggris, BP, menyatakan tak akan memangkas pekerjaan dalam tiga bulan ke depan. Meskipun harga minyak terus berada di level rendah hingga menyentuh US$ 20 per barel.

Chief Executive Officer BP Bernard Looney mengatakan perusahaan merespons krisis dengan  mengurangi biaya. Apalagi permintaan produk minyak telah berkurang.

 "Namun tidak termasuk membuat pekerja BP (bekerja) sia-sia dalam tiga bulan ke depan," kata Looney dilansir dari Reuters pada Selasa (31/3).

Perusahaan minyak raksasa dunia, termasuk BP, telah menyatakan bakal memangkas belanja modal setelah harga minyak anjlok akibat pandemi virus corona. Selain itu, perang harga minyak antara Rusia dan Arab Saudi ikut menekan harga komoditas itu.

(Baca: Satu Proyek Migas Terancam Mundur Tahun Depan Imbas Corona)

Saat ini, BP tercatat memperkerjakan 73 ribu orang di beberapa negara. Salah satunya di Indonesia dengan proyek Tangguh.

BP Indonesia tengah mengerjakan proyek Tangguh Train 3 dengan lebih dari 7 ribu orang pekerja. Proyek Tangguh terdiri dari enam lapangan gas di wilayah operasi migas Wiriagar, Berau, dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Proyek Tangguh saat ini memiliki dua Train dengan kapasitas masing-masing 3,8 juta ton per tahun (MTPA). Jika Train 3 beroperasi, total kapasitas proyek pengolahan gas itu akan mencapai 11,4 juta MTPA.

(Baca: Meski Terjadi Pandemi, Konstruksi Proyek Tangguh Train III Tetap Jalan)