Gugus Tugas Jelaskan Alasan Jumlah Tes Corona Masih Naik Turun

ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.
Warga antre untuk mengikuti tes diagnostik cepat (Rapid Test) COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/6/2020).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
10/6/2020, 17.08 WIB

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui bahwa jumlah pemeriksaan spesimen virus corona Covid-19, baik melalui metode polymerase chain reaction (PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM) masih naik turun. Menurut Wiku, fluktuasi jumlah pemeriksaan spesimen corona itu lantaran adanya masalah adminitrasi di tingkat kementerian/lembaga.

Sebab, 147 laboratorium yang digunakan dalam melakukan uji spesimen corona ini berada di bawah kementerian/lembaga yang berbeda-beda. "Ini adalah disrupsi sistem administrasi kelembagaan," kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (10/6).

(Baca: Kembali Cetak Rekor, Positif Corona di RI Melonjak 1.241 Kasus)

Kendati, Wiku menilai perbaikan atas jumlah pemeriksaan spesimen corona ini terus dilakukan. Saat ini, lanjut Wiku, laporan pemeriksaan spesimen corona sudah diintegrasikan, sehingga pemerintah bisa melihat datanya secara real time.

Tak hanya itu, Wiku menilai uji spesimen corona juga terus ditingkatkan seiring waktu. "Dulunya tes kurang dari 1.000, sekarang sudah bisa 14.000, meski naik turun," kata Wiku.

Lebih lanjut, Wiku menyebut rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan corona juga semakin meningkat jumlahnya. Seiring dengan itu, laporan dari rumah sakit terkait penanganan corona juga terus bertambah.

(Baca: Peneliti Inggris: Penggunaan Masker dapat Cegah Gelombang Kedua Corona)

Wiku mengatakan, sudah ada 1.647 dari 2.902 rumah sakit yang melaporkan datanya secara real time. Data tersebut terhubung dengan laboratorium dan sistem pengawasan yang ada.

"Sehingga memudahkan kita membangun sistem navigasi untuk hadapi Covid-19 ini," kata Wiku.



Presiden Joko Widodo sebelumnya sempat meminta jajarannya dapat terus memperbaiki manajemen satu data dalam penanganan corona. Dengan demikian, laporan penanganan corona dari laboratorium dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah bisa disampaikan secara real time.

"Sehingga dalam pengambilan keputusan bisa tepat, akurat, untuk itu sekali lagi saya minta pintunya betul-betul hanya satu," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video pada Kamis (4/6).

(Baca: Daftar 100 Negara Teraman dari Virus Corona, Indonesia di Posisi 97 )

Reporter: Dimas Jarot Bayu