Hadiri Sidang Tahunan MPR, Jokowi Kenakan Baju Adat Khas NTT

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin didampingi Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPR Puan Maharani tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
14/8/2020, 10.25 WIB

Presiden Joko Widodo  bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). Dalam acara tersebut, Jokowi hadir mengenakan baju adat khas Nusa Tenggara Timur, Sabu.

Sementara, Ma'ruf mengenakan setelan jas warna hitam. Keduanya tampak memasuki ruang sidang paripurna pada pukul 08.58 WIB.

Rencananya, agenda sidang akan dilaksanakan pada dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB. Sesi kedua akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Dalam kesempatan ini, tak semua tamu undangan hadir secara fisik di Kompleks Parlemen. Adapun mereka yang hadir secara fisik wajib mengenakan masker dan menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona. 

Beberapa tokoh yang hadir secara fisik, antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattaliti. Hadir pula Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan  Mahfud MD, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Lalu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga hadir secara fisik. Adapun, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono hadir secara virtual.

Bambang mengatakan, anggota DPR, MPR, dan DPD yang hadir secara fisik di Kompleks Parlemen sebanyak 161 anggota. "Serta kehadiran virtual sebanyak 274 anggota," katanya. 

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan sebanyak 64,8% responden setuju jika Presiden Joko Widodo melakukan perombakan atau reshuffle pada Kabinet Indonesia Maju. Sisanya mengatakan tidak setuju (30,3%) dan tidak menjawab (4,9%) terhadap perombakan tersebut.

Reporter: Dimas Jarot Bayu