Kemenparekraf Siapkan Rp 298 Miliar Untuk Akomodasi Nakes

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan dengan membawa barang pribadinya keluar dari Rusun Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Menurut Koordinator Lapangan Medis Rusun Pasar Rumput, Letkol Arjuniansyah sebanyak 92 tenaga kesehatan dikembalikan ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran dikarenakan Rusun Pasar Rumput dinonaktifkan sementara dalam merawat pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala, tapi disiagakan jika terjadi kembali lonjakan COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
7/9/2021, 08.50 WIB

Pihaknya telah melakukan simulasi aplikasi pendaftaran untuk BPUP dan sedang melakukan evaluasi hasil simulasi tersebut. Sedangkan untuk BIP, jaringan pengaman usaha (JPU) telah ditentukan 800 penerima dan telah dibuatkan penetepan agar  bisa segera memulai pencairan dana bantuan.

“Dan untuk yang reguler, sedang dilakukan kurasi dan rencananya akan segera didistribusikan setelah proses kurasi ini selesai,” ujarnya.

 Sandiaga menambahkan, dengan semakin banyaknya tempat wisata yang dibuka, Kemenparekraf bersama dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri juga akan menerbitkan surat edaran bersama mengenai seruan untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara bertahap sesuai dengan koordinasi lintas kementerian.

Adapun, penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan pada penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di hotel-hotel, serta beberapa kegiatan pariwisata dan ekonomi lainnya.

Kemenparekraf akan terus mensosialisasikan pemahaman dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sektor-sektor pariwisata, seperti hotel, kafe dan restoran.

“Contoh kemarin yang sedang viral di Holywings, tempat yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan kita tindak tegas dan diberikan sosialisasi mengenai penggunaan QR code. Karena hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa QR tidak digunakan dengan semestinya,” ujarnya.

Halaman:
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi