Mengenal Tari Indang, dari Sejarah dan Filosofinya

encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
Ilustrasi Tari Indang
Editor: Safrezi
3/12/2021, 17.04 WIB
  • Pasambahan adalah gerakan yang bertujuan untuk mengingat dan menghormati orang yang berjasa dalam penyebaran agama Islam.
  • Gerak inti yang menggambarkan tujuan dan kegembiraan masyarakat.
  • Gerak penutup atau gerakan yang mengajarkan tentang permohonan maaf.

Selain gerakan yang terbagi atas babak, tari Indang juga memiliki pola khusus saat bergerak di atas lantai.Sebagaimana yang dilansir dari Kumparan.com, tari Indang disajikan dengan pola lantai yang horizontal atau berjajar.

Polanya juga membujur dari sisi kanan ke kiri. Dalam satu penampilan, umumnya para penari membentuk satu banjar lurus atau memasukkan pola lain seperti bentuk V, melingkar, zig zag, dan saling berpasangan.

Konon gerakan dalam tarian indang pun melambangkan ajaran-ajaran agama Islam. Contohnya, dua kelompok yang menari lalu menggerakkan tangan, kemudian menjentikkan jarinya diisyaratkan sebagai pujian kepada Allah SWT.

Ciri Khusus Tari Indang

Dari segi busana para penampilnya akan mengenakan pakaian Adat Minang atau bisa juga memakai pakaian Adat Melayu. Biasanya terdiri dari hiasan kepala, baju yang sedikit longgar, celana longgar hitam dan di balut dengan sarung khas minang.

Adapun properti penampilan yang dibawa adalah gendang Kecil (Rebana). Namun, kini properti ini sudah jarang digunakan dan diganti dengan tepukan tangan ke badan ataupun ke lantai.

 Di akhir ada alat musik yang digunakan seperti gendang Rapa'i atau rebana indang yang berfungsi sebagai pengatur tempo dan memeriahkan suasana penampilan. Penari juga diiringi oleh lagu khas Minang yang berjudul Dindin Badindin.

Demikianlah serba-serbi mengenai tari Indang yang kaya akan makna dan filosofi. Tari Indang ini bukan hanya gerak badan dan tradisi namun juga wujud sembah seorang hamba kepada sang pencipta melalui seni.

Halaman: