Mal Penuh Saat Libur Tahun Baru, Kapasitas Capai 75%

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Pengunjung memilih tas yang dijual saat diskon akhir tahun di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (28/12/2021).
3/1/2022, 14.00 WIB

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI)  mengatakan tingkat kunjungan ke mal dan pusat perbelanjaan pada tanggal 1 Januari 2022 atau saat liburan Tahun Baru mencapai 75%. Angka ini melebihi target sebelumnya yang hanya 70%.

Kapasitas tersebut berada di batas maksimal yang diizinkan dalam aturan pemerintah. Seperti diketahui, sesuai ketentuan Gubernur DKI Jakarta, mal diizinkan buka hingga kapasitas 75% selama periode 24 Desember 2021-2 Januari atau Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan paling tinggi terjadi pada 1 Januari 2022, bukan pada malam tahun baru," kata Ketua Umum APPBI Alphonzus kepada Katadata, Senin (3/1).

Kenaikan ini juga didorong oleh adanya pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di periode Natal dan Tahun Baru akhir bulan Desember lalu. 

Ia menyebut, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan masih terus mengalami tren kenaikan, sejak pemerintah memberlakukan berbagai pelonggaran yang dimulai sejak awal Agustus 2021 lalu.

 Sebelumnya, Alphonzus menargetkan kenaikan tingkat kunjungan ke pusat belanja sebesar 70% pada akhir tahun 2021 lalu. Hal ini dikarenakan kembali diturunkannya level PPKM di Jakarta menjadi level 1. 

Hingga saat ini, pusat perbelanjaan masih akan memperketat pengawasan dengan menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 internal yang sudah dimiliki setiap pusat perbelanjaan, apalagi dengan menyebarnya varian Covid-19 Omicron di Indonesia.

Satgas Covid-19 diminta untuk memantau penerapan protokol kesehatan agar lebih ditaati, baik oleh para pengunjung, karyawan, penyewa, pengelola dan siapapun yang berada di dalam pusat perbelanjaan.

“Kami tetap mengimbau petugas untuk tidak ragu memberi peringatan dan sanksi kepada siapa saja yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar dia.

 Alphonzus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan, pengarahan dan sekaligus pengawasan terhadap kepatuhan pusat perbelanjaan dalam penerapan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, selama periode Nataru, mal dan pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 75%.

Selain itu, kegiatan makan dan minum dalam mal bisa dilakukan dengan kapasitas maksimal 75% serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Jam operasional mal dan pusat perbelanjaan juga diperpanjang menjadi pukul 09.00 WIB-22.00 WIB, waktu setempat untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu.

Lalu, aplikasi PeduliLindungi juga wajib digunakan saat masuk dan keluar dari mal. Hanya pengunjung dengan kategori hijau yang diperkenankan masuk. Kemudian, event perayaan Nataru dilarang digelar di dalam mal, kecuali pameran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masyarakat semakin sering beraktivitas di luar rumah pada bulan Desember, termasuk di tempat belanja.

Berdasarkan data Google Mobility Index, mobilitas di tempat perdagangan retail dan rekreasi tumbuh 9,22% dari kondisi pra-pandemi. Ini merupakan pertumbuhan positif tiga bulan beruturt-turut setelah pada Juli lalu terkontraksi dalam hingga 20%.

Mobilitas masyarakat di tempat belanja kebutuhan sehari-hari juga semakin tinggi dengan pertumbuhan 27,96%, tertingi sepanjang tahun 2021.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi