Top Stories: Nasdem Minta Anies Independen, Karir Asep Guntur di KPK
Bursa nama bakal calon wakil presiden (cawapres) kian menghangat menjelang masa pendaftaran pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2024 pada Oktober mendatang.
Partai Nasdem mengingatkan Anies Baswedan, bakal capres yang Nasdem dukung, agar menjaga independensi dalam menentukan pilihan. Bahkan, dapat mengabaikan faktor partai politik.
Berita mengenai bakal cawapres Anies Baswedan menjadi artikel yang memiliki minat baca tinggi atau Top Stories di Katadata.co.id. Selain artikel tersebut, simak juga artikel mengenai aturan baru mengenai bonus dan jam kerja ojek online atau ojol, serta pendapat Lo Kheng Hong mengenai harga saham BBCA.
Berikut Top Stories Katadata.co.id:
1. Nasdem Ingatkan Anies Abaikan Faktor Partai Saat Pilih Sosok Cawapres
Wakil Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Ahmad Ali berharap agar Anies Baswedan bisa independen dalam menentukan pilihan cawapres yang akan mendampinginya di pilpres 2024. Ali mengingatkan Anies agar memilih cawapres berdasarkan kriteria-kriteria yang telah disepakati bersama.
Menurut Ali, sebagai capres yang telah diusung Koalisi Perubahan Anies tak perlu mempertimbangkan apakah cawapres yang dipilih memiliki partai atau tidak. Ia menyebut pemilihan cawapres haruslah dengan pertimbangan yang matang.
"Seseorang dipilih sebagai cawapres bukan pertimbangannya karena mempunyai partai, bukan pertimbanganya (untuk) Anies bisa maju saja," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (1/8).
Lebih jauh Ali mengatakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan bersama partai koalisi, cawapres Anies harus dapat membantu proses kemenangan. Selain itu cawapres pilihan harus bisa menjaga stabilitas koalisi dan bisa membantu untuk membuat proses pemerintahan berjalan efektif.
Simak penjelasan lengkap dari Nasdem mengenai sosok cawapres untuk Anies.
2. Asosiasi Minta Diajak Kaji Aturan Baru soal Bonus dan Jam Kerja Ojol
Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker dikabarkan mengkaji baru soal ojek online atau ojol, termasuk bonus dan jam kerja. Asosiasi meminta untuk dilibatkan dalam pembahasan regulasi anyar ini.
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Indah Anggoro Putri, pernah mengatakan bahwa kementeriannya menyoroti empat hal terkait bisnis taksi dan ojol, yakni:
- Tidak adanya kejelasan status hubungan kerja
- Waktu jam kerja
- Upah
- Jaminan sosial
Sementara Ketua Umum Asosiasi Driver Online atau ADO, Taha Syafaril, meminta agar timnya dilibatkan dalam pembahasan regulasi tersebut. “Kami mendapatkan informasi (ada rencana membuat regulasi baru). Kami sudah mengajukan permohonan audiensi,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Selasa (1/8).
Simak poin-poin dalam aturan baru taksi dan ojol.
3. Harga Saham BBCA Sudah Kemahalan, Bagaimana Menurut Lo Kheng Hong?
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu saham yang dinilai sudah kemahalan oleh para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data RTI Selasa (1/8), saham dengan kode BBCA itu ada di harga Rp 9.125, bahkan akhir pekan lalu sempat menyentuh level tertingginya di Rp 9.400 per saham.
Kendati demikian, saham bank swasta nasional terbesar tersebut masih diminati oleh para investor. Salah satunya oleh investor kawakan Lo Kheng Hong.
Pria yang kerap disebut sebagai Warren Buffett asal Indonesia tersebut menjelaskan bahwa BCA adalah wonderful company. Artinya perusahaan memiliki kinerja yang sangat baik. Bahkan ia mengatakan tidak mungkin jika mengharapkan perusahaan yang sudah 23 tahun melantai di BEI dan terus mencatatkan kenaikan laba untuk didapatkan dengan harga saham yang murah.
“Masa kita mau mendapatkan wonderful company harga murah tentu tidak ada, menurut saya harga sekarang sudah sangat baik. Kalau kita lihat semua pemegang saham BCA sudah pernah cuan dari BCA. 23 tahun laba bertumbuh terus tentu tidak bisa mengharapkan dapat di harga yang murah,” ujar Lo Kheng Hong dalam siaran langsung Instagram bersama BCA Sekuritas, dikutip Selasa (1/8).
Bahkan Lo Kheng Hong mengatakan bahwa para investor yang membeli saham BBCA adalah orang-orang yang beruntung. Karena sepanjang 23 tahun BBCA melantai di BEI, capital gain perseroan sudah menyentuh 26.000%.
Simak analisis lengkap dari Lo Kheng Hong mengenai saham BBCA.
4. Sepak Terjang Asep Guntur, Dirdik KPK yang Mundur Usai Kasus Basarnas
Di tengah kabar operasi tangkap tangan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Henri Alfiandi, Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Asep Guntur Rahayu justru mundur dari jabatannya.
“Kesimpulannya dalam pelaksanaan OTT dan penetapan tersangka penyidik melakukan kekhilafan. Sebagai pertanggungjawaban, saya selaku Direktur Penyidikan dan Plt Deputi Penindakan dengan ini mengajukan pengunduran diri,” kata Asep dalam keterangannya, Sabtu (29/7).
Langkah ini adalah buntut dari penetapan Henri dan empat orang lainnya sebagai tersangka oleh KPK pada Rabu lalu. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan mereka diduga terlibat dalam suap pengadaan proyek alat deteksi korban reruntuhan senilai Rp 88,3 miliar.
Menanggapi kabar mundurnya Asep, Ketua KPK Firli Bahuri menuturkan institusinya masih butuh Asep tetap di posisinya sebagai direktur penyidikan. “Pengunduran diri adalah hak dari pihak, tapi tentu ada juga ada ketentuan hukum dan perundang-undangan apakah pengunduran diri itu akan dikabulkan atau tidak,” katanya saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
Asep Guntur Rahayu adalah polisi yang lahir di Majalengka, 25 Januari 1974. Sebelum menjadi Dirdik KPK, ia menjabat Kepala Bagian Peningkatan Kompetensi Biro Pembinaan Karier, Staf Sumber Daya Manusia Polri.
Lelaki yang lulus dari Akademi Kepolisian pada 1996 tersebut sudah bertugas di KPK sebagai penyidik sejak 2007, seangkatan dengan mantan penyidik KPK Novel Baswedan.
Ketahui sepak terjang Asep Guntur di KPK.
5. Lo Kheng Hong Bocorkan Strateginya Beli Saham agar Cuan
Investor kawakan Lo Kheng Hong membocorkan cara dirinya membangun portofolio investasi. Yakni dengan membeli saham secara perlahan-lahan setiap hari. Cara ini dilakukan agar mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal.
“Tentu saja saya membeli saham perusahaan dengan cukup banyak, saya beli pelan-pelan setiap hari. Jadi perlu waktu yang lama untuk mendapatkan jumlah saham yang banyak. Saya tidak melakukan sekaligus satu hari karena kalau harga saham naik tentu cost jadi mahal,” ujarnya dalam siaran langsung Instagram bersama BCA Sekuritas, dikutip Selasa (1/8).
Ia bahkan menggunakan perumpamaan membeli mobil Mercedes Benz dengan harga Bajaj, artinya membeli saham fundamental yang baik dengan harga yang murah.
Untuk mendapatkan hal tersebut, Lo Kheng Hong mengatakan dirinya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
Ketahui lebih banyak mengenai strategi Lo Kheng Hong dalam membeli saham.