Prabowo dan Putin Bentuk Platform Investasi Rusia - Indonesia Rp 37 Triliun

Setpres
Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin bertemu dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Kamis, 19 Juni 2025.
20/6/2025, 07.31 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan kesepakatan pembentukan Platform Investasi Rusia - Indonesia dengan setoran modal 2 miliar euro atau Rp 37,6 triliun (kurs Rp Rp 18.836 per euro).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Rosan Roeslani dan Direktur Utama Russian Direct Investment Fund Kirill Alexandrovich Dmitriev di Istana Konstantinovsky, Saint Petersburg pada Kamis (19/6).

Putin mengatakan Indonesia sebagai salah satu mitra dagang paling strategis di kawasan Asia Tenggara. Hal ini mengacu pada nilai total perdagangan kedua negara yang mencapai US$ 4,3 miliar atau Rp 70,5 triliun tahun lalu.

Ia juga menyoroti volume perdagangan dalam empat bulan terakhir tumbuh 40% dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini ditopang oleh ekspor gandum Rusia ke Indonesia dan penjualan produk pertanian dari Indonesia ke Rusia.

Rusia dan Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan infrastruktur halal pada April. "Dokumen ini membuka peluang baru untuk ekspor produksi peternakan ke Republik Indonesia," kata Putin, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (19/6)

Pada kesempatan serupa, Presiden Prabowo Subianto mengatakan hubungan Indonesia dengan Rusia semakin erat setelah pertemuan bilateral kali ini.  Ia menyampaikan pertemuan diplomatik yang terjadi kali ini cenderung produktif dan progresif.

"Di semua bidang, baik ekonomi, kerjasama teknis, perdagangan, investasi hingga pertanian. Semua telah mengalami peningkatan yang berarti," kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu