BGN Proyeksi Distribusi MBG ke 82,9 Juta Penerima Rampung Februari Tahun Depan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memproyeksikan penyaluran total sasaran penerima makan bergizi gratis (MBG) 82,9 juta orang dapat rampung paling lambat pada Februari 2026. Termin ini bergeser dari target distribusi MBG ke seluruh penerima pada Desember tahun ini.
“Kami usahakan selambat-lambatnya Februari. Tapi kami yakin masih bisa kejar (akhir tahun) tergantung intensitas gangguan yang terjadi,” kata Dadan seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (20/10).
Dadan menjelaskan ada sejumlah kendala yang memengaruhi adanya potensi perubahan penyaluran MBG kepada 82,9 juta penerima dari Desember tahun ini ke Februari 2026. Meski tidak menguraikan secara detail, Dadan mengatakan saat ini terdapat masalah yang memengaruhi distribusi paket MBG serta proses verifikasi.
“Sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kami sudah mulai diganggu. Ketika sistem kami diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu. Jadi kadang-kadang ada gangguan seperti itu yang memang kami sedang atasi terus,” ujar Dadan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berkomitmen untuk mempercepat target penyaluran MBG kepada seluruh anak usia sekolah pada akhir 2025. Ia mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) dan kementerian turut aktif dalam mengakselerasi distribusi MBG.
Prabowo secara bertahap menargetkan sasaran anak sekolah penerima MBG periode Januari-April sejumlah 3 juta anak. Target tersebut secara gradual meningkat jadi 6 juta anak pada April-Agustus dan 15 juta anak hingga September 2025.
“Dan akhir 2025, target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi,” kata Prabowo saat memberikan arahan pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (22/1).
Adapun total sasaran penerima MBG 82,9 juta orang sejatinya merupakan target jangka panjang secara berharap sampai 2029. Program makan gratis ini sebelumnya telah mulai berjalan pada 6 Januari 2025 untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, baik di sekolah umum maupun sekolah keagamaan.
Prabowo menginstruksikan kepada seluruh menteri yang hadir agar dapat mendukung penuh pelaksanaan program MGB sebagai kebijakan strategis. “Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah, gubernur bupati, walikota dan seluruh perangkat daerah. Ini adalah masalah strategis,” ujarnya.