Polisi Sebut Reno dan Farhan Korban Kebakaran Gedung di Kwitang usai Kerusuhan

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono (tengah), Karo Labdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers mengenai penemuan dua kerangka mayat di gedung ACC Kwitang, Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).
7/11/2025, 14.47 WIB

Kepolisian mengungkap dua kerangka manusia yang ditemukan di kantor Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Jakarta Pusat, identik dengan Reno dan Farhan. Keduanya dikabarkan hilang saat kerusuhan  usai demontrasi besar yang terjadi Agustus 2025 lalu. 

M. Farhan Hamid diumumkan hilang sejak 31 Agustus 2025 serta Reno Syahputra Dewo sejak 30 Agustus 2025. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, Reno dan Farhan merupakan korban kebakaran Gedung ACC Kwitang saat kerusuhan demonstrasi tersebut. 

“Dari hasil penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, almarhum Reno dan Farhan adalah korban. Almarhum Reno dan Farhan adalah korban dari kebakaran yang terjadi di gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat,” kata Putu dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (7/11). 

Pada kesempatan yang sama, Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan dari pemeriksaan kedua kerangka yang terdiri dari beberapa tulang yakni tulang tengkorak, tulang panjang dan tulang panggul. Sunny mengatakan, tidak ditemukan bukti luka akibat kekerasan benda tumpul. 

“(Tidak ada) cedera atau terjatuh atau jatuh seperti itu. Jadi memang kelihatan kalau dari sisa-sisanya organ dalam pun karena terbakar. Sehingga kami bisa menulis atau menjelaskan sebab kematiannya karena terbakar,” kata dia.

Sedangkan Putu mengatakan, kedua korban terdeteksi terakhir kali keberadaannya di kawasan Kwitang pada Jumat (29/8). Hal tersebut disimpulkan setelah polisi memeriksa saksi yang meliputi kerabat serta teman dekat korban. 

Polisi juga menyebut Farhan sempat menggadaikan ponsel serta nomornya kepada K dan R yang berlokasi tidak jauh dari domisili almarhum di kawasan Jakarta Utara. 

“Jadi ini melengkapi keterangan-keterangan yang juga kami dapatkan sampai dengan jejak terakhir sesuai keterangan saksi, saudara atau almarhum Farhan dan Reno ini terlihat terakhir di kawasan Kwitang pada hari Jumat, 29 Agustus 2025,” kata Putu. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman