ChatGPT Bakal Pasang Iklan di Layanan Gratis Demi Kejar Cuan

https://chatgpt.com/s/m_6929396166e08191acf5ee2e0d36c060
chatgpt 5.1
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Yuliawati
20/1/2026, 13.54 WIB

OpenAI segera memunculkan iklan di ChatGPT untuk sebagian penggunanya. OpenAI mengumumkan uji coba penerapan iklan ini akan berlangsung di Amerika Serikat dan akan mempengaruhi beberapa pengguna layanan ChatGPT gratis dan ChatGPT Go.

Selama uji coba yang akan dilakukan pada beberapa pekan lagi itu, berdasarkan laporan BBC, iklan yang akan muncul dalam bentuk banner. Meski terdapat iklan, OpenAI memastikan hal itu tidak akan mempengaruhi respons ChatGPT.

Perusahaan juga tidak akan membagikan data percakapan pengguna dengan pengiklan. Untuk itu OpenAI memutuskan untuk menerapkan iklan di layanan gratis dan ChatGPT Go.

Pengguna juga akan mendapat pilihan untuk menonaktifkan iklan di layanan ChatGPT melalui layanan premium. “Jadi, banyak orang bisa mendapatkan manfaat dari alat kami dengan batasan penggunaan yang lebih sedikit,” tulis pernyataan OpenAI.

OpenAI Belum Punya Banyak Keuntungan?

Perusahaan OpenAI kini memiliki valuasi sekitar US$ 500 miliar atau setara Rp 8.467,5 triliun (kurs Rp 16.935 per dolar AS). Namun dengan rencana penerapan iklan ini, muncul spekulasi berkembang bawah sektor AI belum benar-benar menunjukkan banyak keuntungan.

Ahli AI Henry Ajder mengatakan keputusan OpenAI mengeksplorasi pendapatan iklan bukanlah suatu kejutan. “OpenAI adalah perusahaan yang telah mengalami pertumbuhan pengguna yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi terus menghabiskan uang investor. Ini bukan entitas yang menghasilkan keuntungan," kata Ajder.

Ajder menyatakan dengan kondisi itu, agar perusahaan ini mulai benar-benar menghasilkan keuntungan maka harus menemukan lebih banyak sumber pendapatan dari tempat lain selain hanya pelanggan berbayar standar. Bagi banyak bisnis perangkat lunak, iklan adalah sumber pendapatan yang dapat diandalkan.

OpenAI menghasilkan sebagian pendapatan dari langganan berbayar, tetapi membutuhkan lebih banyak pendapatan untuk membayar kewajiban keuangannya yang lebih dari US$ 1 triliun atau setara Rp 16.935 triliun untuk chip komputer dan pusat data yang mendukung layanan AI.

“Jelas bagi kami bahwa banyak orang ingin menggunakan banyak AI dan tidak ingin membayar, jadi kami berharap model bisnis seperti ini dapat berhasil,” kata CEO OpenAI Sam Altman dalam unggahan di media sosial X dikutip dari AP News.

Altman juga menyatakan menyukai iklan di Instagram dari Meta. Hal ini karena iklan tersebut menunjukkan kepadanya hal-hal yang tidak akan ia temukan jika tidak ada iklan tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti