Prabowo: Iran Enggan Gencatan Senjata Setelah Dua Kali Merasa Ditipu AS

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU
Presiden Prabowo Subianto menanti kedatangan para mantan presiden dan wakil presiden dalam silaturahmi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
17/3/2026, 12.55 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pemerintah Iran masih enggan membuka ruang gencatan senjata atau negosiasi dengan pihak Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sikap ini dilatarbelakangi karena Iran merasa pernah dua kali 'ditipu' dalam proses diplomasi sebelumnya.

Prabowo mengatakan hal tersebut saat menjelaskan tanggapan Iran terhadap tawaran Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik bersenjata yang melibatkan Iran, AS dan Israel.

"Saat itu mereka mengatakan masih sangat berhati-hati terhadap negosiasi karena dua kali mereka merasa pada dasarnya telah ditipu. Itulah yang mereka katakan," kata Prabowo saat sesi wawancara dengan Jurnalis Bloomberg Ben Otto, Anto Antony, dan Daniel Ten Kate, dikutip Selasa (17/3).

Prabowo mengatakan beberapa pemimpin dunia menyambut baik tawaran Indonesia untuk membantu memediasi konflik ini. Namun, upaya tersebut hanya bisa berjalan jika ada kemauan dari semua pihak yang terlibat.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan kesiapan Indonesia dalam upaya membuka jalur dialog tetap terbuka. Ia turut menyatakan kesediaannya untuk terbang langsung ke Teheran jika diperlukan.

"Kami menawarkan diri sebagai salah satu mediator. Saya yakin ada pihak lain yang mungkin lebih relevan, dengan pengaruh yang lebih besar daripada kami. Tetapi setidaknya kami telah menawarkan diri. Saya bahkan menawarkan diri untuk terbang ke Teheran," ujar Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan belum dapat memprediksi berapa lama perang akan berlangsung. Ia menilai kondisi perang yang terjadi saat ini merupakan konflik asimetris atau perang dengan kekuatan yang tidak seimbang.

Dalam perang asimetris, salah satu pihak biasanya memiliki keunggulan militer yang jauh lebih besar, sementara pihak yang diserang hanya berupaya bertahan agar tidak kalah. Dalam kondisi seperti itu, menurut Prabowo, pihak yang diserang pada dasarnya hanya perlu bertahan untuk memperpanjang konflik.

Ia menilai operasi semacam itu sulit dimenangkan hanya melalui serangan udara, kecuali dilakukan secara besar-besaran dengan pengeboman tanpa pandang bulu. Prabowo mengatakan situasi perang saat ini membuat banyak pihak berada dalam ketidakpastian dan kebingungan.

"Kita semua berada dalam situasi yang sama, kita semua bingung. Dan saya merasa sedih. Saya tidak melihat adanya rasionalitas dalam situasi ini," ujar Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu