Polisi akan Periksa Perusahaan Taksi Green SM Soal Kecelakaan Kereta Bekasi

Katadata/Fauza Syahputra
Kereta Commuter Line melintas di dekat perlintasan sebidang di Jalan Ampera, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
3/5/2026, 11.36 WIB

Polda Metro Jaya telah memeriksa 31 orang saksi untuk mengungkap insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4). Polda juga akan memeriksa perusahaan taksi Green SM untuk menggali keterangan lebih jauh. 

Sejumlah pihak yang telah diperiksa Polda Metro adalah pengemudi taksi, penjaga palang, hingga petugas operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).

"Terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5) seperti dikutip Antara.

Polisi juga akan meminta keterangan dari Green SM, Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Tujuannya untuk melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh.

Budi menjelaskan terkait perkara kecelakaan tersebut, saat ini penanganannya telah berada pada tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Polisi juga telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, mendalami rekaman CCTV, hingga berkoordinasi dengan rumah sakit terkait korban.

"Serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," katanya.

Potret Perlintasan Sebidang yang jadi TKP Taksi Tertemper KRL di Bekasi (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)

Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Termasuk dalam hal ini Menteri Perhubungan telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green SM.

"Pemerintah pun berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk terkait sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api," ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dikutip melalui Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4).

Kecelakaan tersebut menewaskan total 16 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Buntut kejadian tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga akan menutup perlintasan sebidang rel kereta dengan jalan raya di Bekasi.

Kecelakaan dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Taksi lalu ditabrak KRL yang melintas.

Dampak dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Namun, gerbong belakang kereta tersebut justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga merenggut nyawa penumpang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.