MPR Ingin Jadikan Siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Duta Lomba Cerdas Cermat

MPR RI
Peserta Lomba Cerdas Cermat MPR
Penulis: Desy Setyowati
19/5/2026, 07.04 WIB

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berencana menjadikan siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra, yang menjadi pusat sorotan polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) beberapa waktu lalu, sebagai Duta LCC MPR RI.

“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” kata Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (18/5).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama MPR RI terkait polemik Lomba Cerdas Cermat. Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan LCC MPR RI ke depan.

Polemik yang dimaksud yakni ketika siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra menyampaikan keberatan atas penilaian dewan juri. Hal ini lantaran siswi dari tim lain menjawab pertanyaan yang sama dengan dirinya, dan dianggap benar oleh juri.

Sementara itu, ia yang lebih dulu menjawab, namun dianggap salah oleh juri, sehingga mendapatkan minus 10 poin. Saat itu, ada tiga SMA yang berlaga pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.

Respons dewan juri, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, pun disorot warganet. Lomba ini ramai diperbincangkan di media sosial karena terjadi kesalahan penilaian.

"Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara," katanya.

MPR Batalkan Rencana Gelar Ulang Babak Final LCC Kalimantan Barat

MPR RI sempat memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pascapolemik kesalahan penilaian. Namun hal ini dibatalkan, karena SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas menolak.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto mengatakan bahwa kedua sekolah itu sepakat tidak perlu ada perlombaan ulang. Di samping itu, pembatalan juga sudah menjadi kesepakatan seluruh fraksi di MPR RI.

"Hari ini (18/5), kami rapat, dengan pimpinan MPR lengkap. Kami memutuskan bahwa kami mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Abraham.

Dia mengatakan bahwa MPR RI juga telah bertemu dengan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas pada pekan lalu. Menurut dia, MPR RI pun menerima permintaan kedua sekolah itu dengan baik. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara