Tak Hanya Rafale, Ini Daftar Alutsista Baru yang Diterima TNI

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Pesawat Rafale melakukan manuver di udara saat Misi Pegase 2024 di Ujung Kulon, Banten, Rabu (24/7/2024).
19/5/2026, 18.10 WIB

Indonesia telah mendapatkan alat utama system persenjataan (alutsista) baru yakni enam unit jet tempur Rafale buatan perusahaan dirgantara asal Prancis, Dassault Aviation.

Enam unit Rafale ini merupakan bagian dari kontrak 42 unit yang telah disepakati pada 2022 lalu. Seremoni penyerahan yang dilakukan di Base Ops Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (18/5) itu juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," kata Prabowo saat memberikan keterangan pers seusai giat penyerahan.

Tak hanya itu, RI juga mendapatkan alutsista pelengkap Rafale seperti dua Radar CGI GM403, dan sejumlah rudal jarak jauh bernama Meteor dan roket modular Highly Agile and Manoeuvrable Munition Extended Range (HAMMER).

Selain Rafale, sejumlah armada tempur buatan Prancis lainnya seperti enam unit Pesawat Falcon 8X dan satu Pesawat Airbus A400M juga turut diserahkan kepada TNI.

Meski demikian, Rafale bukanlah satu-satunya alutsista terbaru TNI. Berikut sejumlah peralatan yang telah diterima TNI belakangan ini:

Radar Ground Control Intercept (GCI)

Radar buatan PT Len Industri Bandung ini juga resmi dioperasikan kemarin. Radar ini merupakan unit kedua dari 13 radar yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengawasan udara RI.

Radar GCI yang diproyeksikan untuk memperkuat sistem pengawasan udara nasional dalam mendeteksi dini dan mengendalikan intersepsi secara terintegrasi ini, diserahkan langsung oleh

Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan Radar GCI digunakan untuk deteksi dini dan mengendalikan intersepsi.

"Radar GCI ini tidak hanya memperkuat kemampuan pengawasan ruang udara nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menguasai teknologi strategis pertahanan," kata Joga.

Pesawat angkut Airbus A400M

TNI juga menerima pesawat angkut Airbus A400M sebagai pesawat angkut terbesar yang dimiliki Indonesia. Pesawat ini akan berperan dalam operasi militer maupun kemanusiaan.

Untuk operasi militer, pesawat ini bisa digunakan dalam mendukung operasi terjun paying hingga mengangkut kendaraan taktis (rantis) prajurit.

Kegunaan Airbus A400M (Isds.co.id)

Pesawat ini memiliki ruang kargo dengan volume 340 meter persegi dan area penampang 4x4 meter persegi. Kapasitas muatan bisa mencapai 47 ton dengan maksimal membawa 166 personel.

Airbus A400M bisa terbang dengan kecepatan maksimum 0,72 mach (sekitar 780 km/jam). Pesawat ini juga bisa terbang hingga ketinggian 40.000 kaki, dan menjangkau jarak hingga 8.900 km.

Jet Falcon 8x

TNI juga menerima jet bisnis Falcon 8x yang berasal dari pabrikan yang sama dengan Rafale. Pesawat ini memiliki kemampuan terbang dengan jangkauan maksimal 11.945 kilometer.

Pesawat ini memiliki mesin 3 X Pratt & Whitney Canada PW307D dan memiliki kapasitas 13 sampai 16 penumpang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara, Muhamad Fajar Riyandanu