Prabowo Resmikan RSUD Krui Lampung, Minta Tak Ada Korupsi Layanan Kesehatan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6). Peresmian ini menandai rampungnya revitalisasi RSUD Krui yang berlangsung sejak Mei 2025, dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C.
Prabowo berharap peningkatan kualitas rumah sakit ini dapat memberikan akses layanan Kesehatan yang lebih memadai bagi Masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat, khususnya wilayah Krui.
Prabowo berpesan agar pengelolaan rumah sakit dijalankan secara baik dengan menjaga kebersihan, menerapkan manajemen yang profesional, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik.
“Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan, karena kalau melahirkan menuju rumah sakit memerlukan waktu yang lama, hari ini harus kita atasi,” kata Prabowo saat memberikan sambutan peresmian.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu berharap RSUD KH Muhammad Thohir di Krui dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang mampu memberikan akses pelayanan memadai bagi masyarakat Pesisir Barat.
Selain itu, ia mengingatkan agar tidak terjadi penyelewengan maupun praktik korupsi dalam pelayanan kesehatan kepada rakyat. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk menyediakan obat-obatan dengan harga semurah mungkin bagi masyarakat.
“Saya juga berpesan, tidak boleh ada penyelewengan, korupsi dalam pelayanan kepada rakyat,” ujar Prabowo.
RSUD KH. Muhammad Thohir Krui menjadi satu-satunya lokasi proyek Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Lampung. Rumah sakit ini ditujukan untuk memperkuat layanan rujukan nasional agar masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan akses kesehatan berkualitas.
RSUD Krui merupakan rumah sakit tipe C dengan akreditasi paripurna. Proyek ini didanai melalui APBN 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp152,9 miliar. Rumah sakit tersebut dibangun di atas lahan seluas 48 ribu meter persegi.
Fasilitas yang tersedia mencakup Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, ruang operasi, ICU/CVCU, radiologi, laboratorium, hemodialisa, hingga ruang rawat inap. Kapasitas tempat tidur juga meningkat menjadi 101 unit dari sebelumnya 59 unit.
Dalam layanan kesehatan, RSUD Krui diproyeksikan menjadi pusat layanan tingkat madya untuk penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Saat ini RSUD Krui memiliki 13 dokter umum, 76 perawat, dan 52 bidan. Beberapa dokter spesialis yang telah tersedia antara lain spesialis anak, obgyn, bedah, radiologi, dan anestesi.
Rumah sakit ini juga merupakan fasilitas rujukan lanjutan pertama di Kabupaten Pesisir Barat. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh perjalanan lebih dari tiga jam menuju RSUD tipe B terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.