Prabowo Panggil Menteri ke Hambalang, Rapat Evaluasi Haji

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dalam rapat koordinasi terbatas di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Rabu (17/6).
17/6/2026, 16.28 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (17/6). Salah satu agenda yang akan dibahas dalam rapat kali ini adalah pelaksanaan ibadah haji 2026 sekaligus menyampaikan sejumlah usulan perbaikan penyelenggaraan haji ke depan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kementeriannya membawa berbagai dokumen evaluasi pelaksanaan haji. 

Dahnil menyebut pemerintah telah menyiapkan sekitar 20 poin perbaikan yang akan dilaporkan kepada Prabowo sebagai bahan pembenahan penyelenggaraan haji mendatang.

"Hari ini dipanggil Pak Presiden untuk menyampaikan laporan terkait dengan pelaksanaan haji yang sudah berlangsung," kata Dahnil sebelum memasuki Padepokan Garuda Yaksa.

Ia mengatakan berbagai aspek penyelenggaraan haji menjadi bagian dari evaluasi yang akan disampaikan kepada kepala negara. Evaluasi tersebut mencakup seluruh layanan yang diterima jemaah selama menjalankan ibadah haji.

"Perhatian Presiden Prabowo terhadap impian seluruh umat Islam di Indonesia terkait pelayanan haji yang prima itu adalah bagian penting. Jadi, beliau ingin melihat dan mendengar perbaikan-perbaikan terkait dengan pelaksanaan haji selama ini," ujarnya. 

Bahas SDM dan Kerja Sama Mineral Logam Tanah Jarang

Selain Dahnil, sejumlah pejabat juga telah masuk ke dalam Padepokan Garuda Yaksa, antara lain Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Ketua Tim Pengawas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, hingga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan rapat kali ini juga akan membahas strategi penguatan sumber daya manusia nasional. 

Selain itu, Prabowo juga disebut ingin membahas soal tindak lanjut kerja sama Indonesia dengan sejumlah negara asing, terutama soal teknologi dan logam tanah jarang. "Ini agenda rutin harian saja," kata Prasetyo. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu