Area Ibu Kota Negara (IKN) Kebakaran, Penanganan Khusus Karhutla di Zona Inti

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr
Foto udara kebaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (3/9/2026).
7/9/2026, 16.59 WIB

Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, diperkuat. Ia menginstruksikan agar kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut tidak sampai merembet ke zona inti IKN.

Permintaan itu disampaikan Prabowo setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melaporkan perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bukit Soeharto.

Berdasarkan data BNPB, area karhutla di kawasan IKN yang masih dalam penanganan mencapai 458 hektare (ha). Luas tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan lokasi karhutla lain di luar enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan pemerintah.

“Yang harus diperhatikan juga, kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan, mungkin harus dikerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana melalui sambungan konferensi video, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (7/9).

Suharyanto melaporkan bahwa BNPB telah menangani kebakaran di Kawasan IKN dengan mengerahkan satuan tugas darat. Hal itu diharapkan bisa mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitarnya.

Selain di Kalimantan Timur, BNPB mencatat karhutla juga masih terjadi di sejumlah wilayah lain di luar enam provinsi prioritas. Total area yang masih dalam penanganan mencapai 705,1 ha yang tersebar di lima lokasi.

Selain IKN seluas 458 hektare, karhutla tercatat di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, seluas 223,5 hektare; kawasan Gunung Butak, Jawa Timur, 16,5 hektare; TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, 4,6 hektare; serta kawasan Gunung Ijen, Jawa Timur, 2,5 hektare. Data tersebut menunjukkan penanganan karhutla juga mencakup kawasan pegunungan dan tempat pembuangan akhir (TPA).

Lebih jauh, BNPB melaporkan karhutla di area gambut telah mencapai 72.009 ha di enam provinsi. Wilayah terdampak meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Dari total area yang terbakar, BNPB mencatat 14.711 hektare berada di lahan konsesi, sedangkan 57.298,02 hektare lainnya merupakan lahan masyarakat dan kawasan hutan. “Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare. Nah di enam provinsi per hari ini kami laporannya riil setiap hari, per hari ini yang sedang kami padamkan 939,45 hektar,” kata Suharyanto.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu