Ada juga berita top populer kemarin eFishery melaporkan dugaan *fraud* yang melibatkan dua petingginya, berinisial G dan C, ke pihak kepolisian.
Pasar modal juga menjadi sorotan dengan prediksi penurunan IHSG, namun analis merekomendasikan saham TLKM hingga CUAN. Terakhir, kontroversi terkait tunjangan kinerja (tukin) dosen yang belum dibayarkan pemerintah menjadi perhatian, dengan akar masalah yang terus ditelusuri.
Alasan JP Morgan Pangkas Rating Bank Mandiri Jadi Underweight
JP Morgan menurunkan peringkat Bank Mandiri (BMRI) menjadi "underweight" dengan target harga saham yang direvisi turun menjadi Rp 5.500, mengindikasikan potensi penurunan kinerja di tahun-tahun mendatang. Proyeksi ini didasarkan pada kekhawatiran akan pertumbuhan kredit yang melambat, margin bunga yang tertekan, dan kondisi likuiditas yang ketat di sektor perbankan.
Meskipun Bank Mandiri memiliki platform pembayaran yang solid, tantangan makroekonomi seperti suku bunga dan arus modal dapat mempengaruhi keseimbangan dana dan profitabilitas.
Akankah penurunan peringkat ini menjadi sinyal bagi investor untuk berhati-hati, atau justru menciptakan peluang menarik di tengah volatilitas pasar? Temukan analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi prospek Bank Mandiri dan bagaimana dampaknya terhadap investor.. Klik berita ini untuk membaca kelanjutannya
Emiten Prajogo Pangestu CUAN, BREN, dan PTRO Tak Masuk Indeks MSCI
Kabar mengejutkan datang dari tinjauan indeks MSCI Februari 2025, di mana tiga emiten milik taipan Prajogo Pangestu justru gagal masuk dalam daftar bergengsi tersebut, padahal sebelumnya diprediksi kuat akan bergabung. Analisis dan masukan pasar menjadi batu sandungan bagi emiten-emiten ini, menimbulkan pertanyaan besar tentang faktor apa yang menggagalkan ekspektasi tersebut.
MSCI membuka diri terhadap masukan lebih lanjut, memberikan secercah harapan untuk tinjauan mendatang, lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Sementara itu, di sisi lain, beberapa emiten lain justru terancam didepak dari indeks, memicu kekhawatiran outflow investasi yang signifikan, lalu, siapa saja yang berpotensi keluar dari daftar bergengsi ini?. Simak berita selengkapnya
eFishery Laporkan Dua Petinggi ke Polisi di Tengah Dugaan Fraud, Inisial G dan C
Startup perikanan eFishery tengah menghadapi badai dugaan *fraud* yang melibatkan petinggi perusahaan, termasuk mantan CEO dan seorang *Chief Officer*. Laporan keuangan perusahaan diduga digelembungkan secara signifikan, menciptakan ilusi keuntungan besar padahal kenyataannya merugi puluhan juta dolar.
Lebih dari 75% angka pendapatan yang dilaporkan ternyata palsu. Pihak berwajib, termasuk kepolisian dan OJK, telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan mendalam. Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar startup yang digadang-gadang ini?. Baca berita selanjutnya
IHSG Diprediksi Turun, Analis Rekomendasi Saham TLKM hingga CUAN
IHSG diperkirakan akan mengalami penurunan, tetapi mengapa kebijakan Trump yang tidak lazim justru menjadi pemicunya? Kekhawatiran akan pengetatan likuiditas di AS membayangi pasar saham Indonesia. Meskipun demikian, beberapa analis memberikan rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati.
Saham apa saja yang diprediksi akan memberikan peluang di tengah potensi penurunan ini? Simak daftar saham pilihan dari Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas untuk Jumat (7/2) ini.. Baca berita selanjutnya
Cek Data: Akar Masalah Kontroversi Tukin Dosen yang Tak Dibayar Pemerintah
Ratusan dosen ASN dari seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencairan tunjangan kinerja (tukin) yang belum dibayar sejak 2020, menciptakan polemik antara harapan dan realita. Pemerintah berdalih anggaran tidak diajukan, sementara dosen merasa dijanjikan tukin yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah per orang.
Ironisnya, di tengah tuntutan tukin yang belum jelas, survei menunjukkan bahwa banyak dosen bergaji di bawah Rp3 juta per bulan, miris bukan? Dengan potensi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp70,3 triliun, mungkinkah pemerintah akan memenuhi tuntutan ini?
Simak selengkapnya untuk mengetahui akar masalah, dampak bagi kesejahteraan dosen, dan bagaimana masa depan dunia pendidikan tinggi Indonesia dipertaruhkan.. Klik link berita berikut untuk membaca kelanjutannya